Bulog Jabar Optimistis Punya 7.000 Rpk Hingga Akhir Tahun

31

29 Desember 2017

BANDUNG – Perum BULOG Divisi Regional (Divre) Jawa Barat (Jabar) optimistis hingga akhir 2017 akan memiliki 7.000 cabang rumah pangan kita (RPK). Bertambahnya RPK di Jabar diharapkan semakin memperkuat upaya BULOG menstabilisasi harga pangan di Jabar.

Kepala Perum BULOG Divre Jabar M Sugit Tedjo Mulyono mengatakan, hingga saat ini BULOG Jabar telah memiliki 5.000 RPK. Namun, saat ini ada sekitar 2.000 keluarga yang sedang dalam proses pengajuan menjadi agen RPK di daerahnya.

“Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa mencapai 7.000 RPK. Itu artinya sudah melebihi target kami sekitar 5.000 RPK untuk 2017,” kata Sugit kepada wartawan, Bandung, Kamis (28/12/2017). Dari jumlah itu, sekitar 30% ada di Kota Bandung. Sisanya tersebar di sejumlah kota/kabupaten di Jabar. Menurutnya, ekspansi RPK perlu diperluas lagi agar masyarakat di pelosok daerah, juga menikmati harga kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Ini jaringan yang kita bentuk untuk mendistribusikan pangan ke masyarakat. Mereka bisa menikmati harga sembako dengan harga rendah, tidak perlu ke mal. Ke mal nanti tinggal jalan-jalan saja. Tidak usah belanja,” imbuh dia.

RPK yang tersebar di sekitar perumahan warga menjual berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras medium, beras premium, minyak goreng, terigu, daging kerbau, gula pasir, bawang merah, bawang putih, dan lainnya. Harga yang dipatok lebih rendah dari harga pasaran dengan selisih antara Rp100-Rp500 per kg.

Dia mencontohkan, harga beras medium kemasan 5 kg dijual Rp9.300/kg, beras premium Rp11.300/kg, dan daging kerbau Rp80.000/kg. “Harganya memang lebih murah atau di bawah HET pemerintah. Karena ini memang tujuannya untuk pengendalian harga di masyarakat,” beber Sugit.

Pihaknya mengklaim, program RPK ini cukup berhasil. Contohnya, pada momen Natal dan Tahun Baru 2018, stabilitas harga cenderung stabil. Walaupun terjadi kenaikan, jumlahnya tidak terlalu besar. Masyarakat yang merasa terbebani atas kenaikan harga sembako, bisa membeli di RPK terdekat.

Sementara itu, kemarin BULOG melakukan kunjungan ke RPK Toyibam di Pasirjati, Kota Bandung. Kunjungan dilakukan untuk memastikan penjualan sembako di RPK itu sesuai harga yang ditetapkan BULOG. Pengelola RPK Toyibam, Iis Aisyah mengatakan, sudah menjadi sahabat RPK sejak satu tahun lalu. Saat itu, dia mendapat informasi adanya penjualan produk pangan dari BULOG kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

Saat ini, dalam satu pekan dia bisa mencatat omzet sekitar Rp1,5 juta. Namun jumlah itu bisa fluktuatif, tergantung permintaan. “Konsumennya pun beragam. Tetapi lebih banyak kalangan menengah,” tuturnya.

Source Bulog Jabar Optimistis Punya 7.000 Rpk Hingga Akhir Tahun

Leave A Reply

Your email address will not be published.