Bulog Inginkan Bawang Merah Diperlakukan Sebagai Cadangan Pangan Pemerintah

7

04 Mei 2019 | Perum BULOG menginginkan pemerintah mengeluarkan penugasan resmi melakukan stabilisasi harga bawang merah. Dengan begitu komoditas ini diposisikan sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Kepala Divisi Pergudangan, Persediaan dan Angkutan Perum BULOG M Sumyanto mengatakan bawang merah menjadi relevan menjadi komoditas pangan strategis, seperti halnya beras. Apalagi, bawang turut berkontribusi terhadap penaikkan angka inflasi.

Sumyanto mengatakan, saat ini posisi BULOG dalam menyerap dan menjual bawang merah masih menggunakan skema komersial. Idealnya BULOG membeli ketika harga bawang merah pada posisi rendah kemudian dijual ketika harga sudah tinggi

Namun pada praktiknya tidaklah selalu demikian. Menurutnya harga bawang rentan berfluktuasi sehingga sulit diprediksi.

“Bisa saja saat disimpan tiga bulan harga tinggi BULOG untung. Tapi kalau sela tiga bulan harga rendah ya mau tidak mau kita keluarkan,” ujar Sumyanto kepada wartawan di Brebes, Kamis (2/5/2019).

Artinya, dengan penugasan pemerintah kepada BULOG sebagai penyangga stok pangan maka terdapat pula kebaikan anggaran.Karena itu selain margin penugasan juga risiko itu dapat ditanggung pemerintah .

Apalagi bawang merah termasuk 11 komoditas pangan strategis yang diatur dalam Peraturan Presiden No 48 tahun 2016. Dengan rujukan regulasi tersebut, sambung Sumyanto diperlukan bagi BULOG menetapkan kebijakan harga baik harga acuan pembelian dan penjualan.

Saat ini, Permendag nomor 96 tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen menetapkan bahwa harga acuan bawang merah di tingkat konsumen maksimal Rp 32.000/kilogram (kg).Sementara harga di tingkat petani dibagi menjadi tiga kategori harga. Bawang Merah konde basah Rp 15.000/kg, konde askip Rp 18.300/kg, dan rogol askip Rp 22.500/kg

Namun merujuk Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga bawang merah di tingkat konsumen di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta mencapai Rp 38.350/kg. Harga bawang merah ini sudah menembus harga acuan pemerintah.

Adapun dalam kebijakan CPP sambung Sumyanto, pemerintah harus menetapkan jumlah bawang merah yang akan dijadikan stok .Jika hal dilakukan maka akan leluasa bagi BULOG melakukan stabilisasi harga.

Kini , BULOG melakukan serapan bawang merah di tingkat petani telah diperkuat infrastruktur paska panen bernama Controlled Atmosphere Storage/CAS (Sarana Penyimpanan Dengan Sistem Pengkondisian Udara).

Kadivre BULOG Jawa Tengah, Mentoba Sugit T. Mulyono membeberkan, CAS merupakan kombinasi antara teknologi pendingin dengan pengkondisian udara.CAS dapat mengontrol kadar kelembaban, oksigen, karbondioksida, nitrogen dan efhlene.

Sederhananya, sarana ini mampu menghambat lanjut pematangan yang membuat produk pertanian yang disimpan dalam kondisi “mati suri”. Bawang merah dapat disimpan mulai tiga bulan dengan penurunan kualitas hanya 10%. Bandingkan dengan pergudangan konvensional, kualitas bawang mudah mengalami penurunan 1-10% setiap harinya.

Pengoperasian sarana paska panen ini sambung Mentoba dimulai sejak September 2018.Dengan nilai investasi Rp 25 miliar diluar gedung dan pembangkit listrik, gudang bawang BULOG ini memiliki 20 unit dengan kapasitas 272 konde askip dan 326 ton rogol.

Source Bulog Inginkan Bawang Merah Diperlakukan Sebagai Cadangan Pangan Pemerintah

Leave A Reply

Your email address will not be published.