Bulog Akan Terus Lakukan Op Beras Secara Massive

33

21 September 2018 | Jakarta – Perum Bulog akan terus melakukan Operasi Pasar (OP) secara massive. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok,salah satunya beras.Terkait upaya stabilisasi harga beras ini, Direksi Perum Bulog mengundang Kepala Divisi Regional dan Kepala Sub Divisi Regional Wilayah Jawa.

“Rapat koordinasi ini kami lakukan khususnya untuk koordinasi pelaksanaan operasi pasar yang dilaksanakan secara massive untuk menjaga stabilisasi harga bahan pokok,” ujar Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso, di Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Budi Waseso melanjutkan, operasi pasar dilakukan dengan menggelontorkan beras ke daerah-daerah dengan stok terbatas dan mengimbangi guyuran beras tersebut dengan optimalisasi penyerapan gabah petani untuk menjaga stok.

Budi Waseso menjelaskan beras medium yang salurkan sampai konsumen dengan harga Rp8.500/kg untuk wilayah 1, Rp9.000/kg untuk wilayah 2, dan Rp9.300/kg untuk wilayah 3.. Wilayah 1 terdiri dari Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, NTB, Sulawesi dan Bali. Wilayah 2 terdiri dari Sumatera kecuali Lampung dan Sumatera Selatan, NTT dan Kalimantan. Wilayah 3 terdiri dari Maluku dan Papua.

Menurut Budi Waseso, hingga saat ini cadangan beras BULOG berada pada posisi 2,37 juta ton, dari cadangan tersebut BULOG telah menggelontorkan sebanyak 346 ribu ton beras melalui Operasi Pasar di berbagai wilayah Indonesia secara berkala. Operasi pasar ini akan diawasi langsung jajaran Direksi dan semua Kepala Divisi Regional terkait.

“Kita menginginkan Operasi Pasar memberikan dampak langsung kepada masyarakat sehingga fokus akan kami titik beratkan pada keseimbangan supply dan demand di daerah-daerah kritis. Mulai dari Kadivre sampai Dirut akan sidak untuk memastikan agar beras kita sampai di tujuan,” tutur Budi.

Operasi Pasar ini merupakan bagian dari penugasan Pemerintah yang diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas bidang pangan yang menginstruksikan BULOG untuk melakukan intervensi pasar. Meski demikian, BULOG tetap akan mengimbangi cadangan beras nasional dengan melakukan penyerapan gabah petani untuk memastikan bahwa cadangan beras nasional tetap cukup dan petani tidak terdampak atas Operasi Pasar.

‘’Sejauh ini, BULOG telah menyerap beras dalam pengadaan dalam negeri sebanyak 1,4 juta ton atau 52,2% dari target sebesar 2,72 juta ton pada akhir 2018,’’pungkas Budi Waseso.

Source Bulog Akan Terus Lakukan Op Beras Secara Massive

Leave A Reply

Your email address will not be published.