BPMD Provinsi Jawa Tengah Realisasikan Perijinan 3 JAM

66

Semarang, 8 Maret 2016

Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah telah merealisasikan proses izin tiga jam terhadap dua perusahaan besar yang akan berinvestasi. Sejak pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang salah satunya mempercepat perizinan investasi, BPMD Jateng menangkap peluang tersebut untuk memberikan kemudahan bagi investor. Kepala BPMD Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan syarat utama pelaku usaha mendapatkan layanan izin tiga jam yakni berinvestasi dengan nilai di atas Rp 100 miliar atau mempekerjakan tenaga kerja minimal 1.000 orang. Jika salah satu terpenuhi, katanya, pengusaha mendapatkan layanan cepat perizinan tiga jam tersebut.

“Sudah ada dua perusahaan yang menikmati layanan tersebut. Sebenarnya ada empat yang mengusulkan, hanya dua perusahaan yang memenuhi syarat itu,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Tiga kawasan industri Program ini rencananya diberlakukan di tiga kawasan industri, yakni kawasan industri Bukit Semarang Baru (BSB) Semarang, Kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang, dan kawasan industri Kendal. Dia berharap para peng-usaha mau berinvestasi di kawasan industri, dengan jaminan perizinan yang mudah dan kenyaman serta keamanan terjamin. Dengan banyaknya investasi yang masuk Jateng, katanya, akan berdampak pada kesejahteraan untuk warga masyarakat. Menurut Sujarwanto, tahun ini sudah banyak investasi yang masuk ke Jateng, yang didominasi industri padat karya meliputi garmen, tekstil, otomotif, industri makanan dan minuman serta industri jasa telekomunikasi. Dia meminta pemerintah kabupaten dan kota di Jateng memperbanyak kawasan industri baru di daerahnya masing masing. Dengan harapan, akan banyak investasi yang masuk ke daerahnya.

“Kami minta pemda di masing-masing kabupaten/kota siap bikin kawasan industri. Yang perlu dipacu yakni Perda RTRW [rencana tata ruang wilayah],” terangnya. Pemprov Jateng sudah mendorong agar kabupaten kota membuka kawasan industri baru, karena sesuai dengan peraturan pemerintah No. 142/2015 tentang kawasan industri, pendirian industri baru ha-rus berada di kawasan industri.

Bila satu daerah tidak membangun kawasan industri baru, kata Sujarwanto, dianggap akan menghambat investasi yang akan masuk. Dalam pengembangan kawasan industri baru, pendirian kawasan industri tidak diperbolehkan berada di lahan produktif untuk pertanian. Sujarwanto menyebutkan, saat ini baru ada sembilan kawasan industri di Jateng, enam di antaranya di Kota Semarang. Selain itu, Demak, Kendal, dan Cilacap. Tahun ini BPMD Jateng menargetkan investasi yang masuk di Jateng mencapai Rp27 triliun, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jateng Frans Kongi memaparkan kebijakan pemerintah memudahkan proses perizinan investasi berdampak positif bagi dunia.

Source BPMD Provinsi Jawa Tengah Realisasikan Perijinan 3 JAM

Leave A Reply

Your email address will not be published.