BNI Terbaik Dalam Mengelola Bisnis Inti Bank

35

Singapura, 1 September 2016 – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendapatkan pengakuan sebagai institusi keuangan terbaik di Indonesia yang mengelola bisnis inti terpenting dari sebuah bank dalam membantu pelaku usaha saat mengembangkan bisnisnya, yaitu terbaik pada layanan Trade Finance dan Cash Management. Penghargaan tersebut diberikan kepada BNI ditengah persaingan usaha perbankan dalam memberikan layanan terbaik terhadap pelaku usaha yang hendak mengembangkan bisnisnya, baik di pasar nasional maupun internasional secara efektif dan efisien.

Pengakuan tersebut diberikan kepada BNI oleh Majalah Alpha South East Asia dalam kategori Best Trade Finance Bank in Indonesia danBest Cash Management Bank in Indonesia untuk ke-6 kalinya secara berturut-turut. Alpha South East Asia juga tetap memberikan penghargaanBest International Banking Division in Southeast Asia kepada BNI. Ketiga penghargaan tersebut diserahkan Alpha South East Asia kepada Direktur Treasuri & Internasional BNI Panji Irawan di Singapura, Kamis (1 September 2016). Penyerahan tersebut diberikan dalam rangkaian acara 10 th Annual Best Financial Institution Awards.

Panji Irawan mengungkapkan, layanan Cash Management dan Trade Finance merupakan layanan utama sebuah bank yang berusaha membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya. Layanan Cash Management dan Trade Finance BNI yang efektif diberikan kepada pelaku bisnis dalam paket layanan yang mampu mendorong pelaku usaha melakukan transaksi lintas batas negara serta membantu konektivitas bisnisnya dengan pelaku usaha nasional dan internasional.

Selain itu, BNI dengan beragam produk layanan Trade Finance dan Cash Management yang spesifik, memberikan layanannya kepada para klien secara profesional sebagai lembaga keuangan yang spesialis dalam bidangnya. Hal tersebut menyebabkan layanan Trade Finance dan Cash Management BNI dapat diberikan sebagai services yang efektif secara komersial, sehingga diminati oleh pelaku usaha di Indonesia.

“Dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat dan tantangan yang semakin besar, BNI terus melakukan peningkatan pelayanan, membangun inovasi, dan pengembangan produk, serta skema bisnis yang berorientasi pada pelanggan, yaitu salah satunya dengan melakukanpengembangan produk SCF (Supply Chain Financing) berdasarkan transaksi nasabah dan value chain-nya. Selain itu, BNI tetap mengoptimalkankeberadaan kantor cabang luar negeri untuk menjembatani bisnis dalam negeri untuk pasar luar negeri atau sebaliknya,” ujar Panji.

Cash Management BNI
Salah satu faktor yang menyebabkan BNI dinobatkan sebagai bank terbaik dalam layanan Cash Management di Indonesia adalah suksesnya dalam menjalin sinergi dengan SKK Migas, terutama dalam mengimplementasikan proses percepatan reimbursement pajak dan transaksi nilai tukar Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dan vendor. Dalam kondisi harga minyak yang menurun saat ini, cash flow para perusahaan minyak KKKS menjadi sangat penting. Salah satunya, KKKS sangat mengharapkan percepatan reimbursement pajak dari pemerintah. Dengan dibangunnya sistem

Interkoneksi dan pelaporan online ini, proses reimbursement dapat diselesaikan dengan cepat. Saat ini BNI adalah satu-satunya bank yang siap dengan layanan yang terintegrasi ini, dimana pada saat ini BNI menyerap lebih dari 60% pembayaran pajak dari KKKS dan terus akan bertambah.

Dengan diterbitkannya PBI 17/3/PBI/2015 tentang kewajiban penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI dan Surat Bank Indonesia kepada Menteri ESDM No. 18/3/GBI-DKSP/SRT/B tanggal 23 Februari 2016 perihal Tanggapan Atas Kategori 3 Dalam Penerapan PBI 17/3/PBI/2015, dimana dalam perjanjian kerja antara KKKS dan Vendor Dalam Negeri tetap diperbolehkan menggunakan mata uang asing, namun pembayarannya harus menggunakan mata uang Rupiah, SKK Migas bersama Bank BUMN telah menandatangani Nota Kesepahaman mengenai transaksi nilai tukar KKKS dan vendor pada tanggal 24 Maret 2016. Untuk mendukung implementasi Nota Kesepahaman tersebut, BNI telah membangun satu sistem yang menjalankan transaksi nilai tukar KKKS dan Vendor.

Sistem tersebut memberikan kemudahan bagi KKKS dan Vendor dalam melakukan transaksi nilai tukar secara terintegrasi melalui satu platform, dengan menggunakan rate Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) baik untuk kurs beli maupun kurs jual secara otomatis, sehingga proses transaksi antara KKKS dan Vendor menjadi lebih efisien.

Selain kedua solusi diatas, BNI juga telah mengembangkan solusi Sentralisasi Konfirmasi Garansi Bank, dimana solusi tersebut memberikan kemudahan bagi KKKS untuk melakukan validasi keabsahan dari Vendor secara online tanpa harus datang ke cabang penerbit. Dengan adanya solusi tersebut diharapkan proses bisnis KKKS menjadi lebih mudah, cepat dan aman. Solusi-solusi tersebut mendudukkan BNI sebagai bank yang inovatif dalam menyediakan layanan dan solusi Cash Management, khususnya kepada nasabah di industri Migas.

Trade Finance BNI
Adapun layanan Trade Finance BNI berhasil mendapatkan pengakuan sebagai yang terbaik berkat dukungan Jaringan BNI yang luas dengan 1.600 bank koresponden di seluruh dunia, dan didukung oleh lebih dari 1800 outlet dalam negeri, 6 cabang luar negeri (Singapore, Hong Kong, Tokyo, London, New York, dan Seoul), 1 sub-branch (Osaka), 1 subsidiary (BRL Hong Kong) serta representative office yang berada di Yangoon. BNI memberikan layanan terbaik dalam transaksi trade melalui 40 tenaga pemasaran dan advisory bersertifikasi CITF (Certificate in International Trade and Finance) yang tersebar di sentra-sentra bisnis di Indonesia.

Trade Finance BNI juga unggul karena adanya Komitmen layanan pemrosesan dokumen trade secara “same day service” yang tersentralisasi dengan standar mutu dan layanan bersertifikasi ISO 9001:2008 serta didukung aplikasi terbaik. Penanganan dokumen trade diberikan secara profesional oleh tenaga-tenaga yang telah berpengalaman dan bersertifikasi CDCS (Certificate for Documentary Credit Specialists) dan CSDG (Certificate for Specialist in Demand Guarantees).

Sepanjang tahun 2015, BNI telah mampu membukukan volume transaksi impor sebesar USD 12,12 Milyar di tengah kondisi impor nasional yang sedang mengalami penurunan. Volume transaksi ekspor BNI mampu tetap tumbuh positif sebesar 13,79% dibandingkan tahun sebelumnya dengan membukukan volume sebesar USD17,11 Milyar.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Kiryanto, Corporate Secretary BNI
Telp.021-5728387, Email: [email protected]

Source BNI Terbaik Dalam Mengelola Bisnis Inti Bank

Leave A Reply

Your email address will not be published.