BNI Raih Laba Bersih Rp 4,37 Triliun

34

Jakarta, 22 Juli 2016 – Pada Kuartal II 2016, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) mencatat laba bersih sebesar Rp 4,37 triliun atau tumbuh 79,9% dibandingkan laba yang diraih pada periode yang sama tahun 2015. Kenaikan laba bersih ini ditopang antara lain oleh kinerja fungsi intermediasi BNI yang tetap solid dalam menyalurkan kredit, meskipun pada suku bunga kredit segmen kecil telah diturunkan secara selektif sejak awal April 2016, serta kondisi perekonomian nasional yang melambat.

Pertumbuhan laba BNI tersebut disokon g oleh kontribusi Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang naik 11,7% year on year (YOY) dari Rp 12,45 triliun menjadi Rp 13,91 triliun, serta kenaikan Pendapatan Non-Bunga 28,7% YOY dari Rp 3,44 triliun menjadi Rp 4,43 triliun. NII tumbuh berkat realisasi penyaluran kredit BNI hingga akhir Juni 2016 yang tumbuh moderat sebesar 23,7% YOY dari Rp 288,72 triliun menjadi Rp 357,22 triliun.

Demikian disampaikan pada Konferensi Pers Paparan Kinerja Keuangan BNI Kuartal II 2016 di Jakarta, Jumat (22 Juli 2016). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dan seluruh jajaran Direksi BNI.

Achmad Baiquni mengungkapkan, kinerja penyaluran kredit BNI menunjukkan kualitas fungsi intermediasi perseroan yang semakin meningkat karena ditengah kecenderungan menurunnya suku bunga, BNI tetap dapat mendorong kredit sekaligus mencetak Net Interest Margin (NIM) di atas 6%. Hal ini didorong oleh kemampuan BNI dalam menurunkan Cost of Funds dari 3,2% pada Juni 2015 menjadi 3,1% pada Juni 2016. Cost of Funds tetap mengalami perbaikan karena penurunan suku bunga dana deposito pada umumnya. Hal ini terjadi di sepanjang Semester I tahun 2016.

Pertumbuhan kredit yang signifikan didominasi oleh kredit Business Banking (produktif) sebesar 25,6% YOY, sehingga menjadikan kontribusinya terhadap total kredit BNI berada pada level 73,0%. Secara keseluruhan kredit segmen Business Banking hingga akhir Juni 2016 tercatat Rp 260,79 triliun, dibanding posisi Juni 2015 yang terbuku Rp 207,58 triliun. Kredit Business Banking tersalurkan ke segmen Korporasi (25,1% dari total portofolio Kredit BNI), BUMN (18,2%), Menengah (16,3%), dan Kecil (13,4%).

Pertumbuhan signifikan terjadi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang termasuk ke dalam segmen Kredit Kecil BNI. Penyaluran KUR pada Kuartal II 2016 meningkat Rp 7,3 triliun atau tumbuh 331% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

(dalam Rp triliun, kecuali Laba per Saham)

INDIKATOR NERACA 1H2015 1H2016 +/- (%)
Total Aset 430,97 539,14 25,1
Kredit 288,72 357,22 23,7
Dana Pihak Ketiga 327,26 391,49 19,6
Obligasi Pemerintah 43,96 61,05 38,9
Ekuitas 61,06 83,13 36,1

Aset 
Posisi total aset BNI per Juni 2016 mencapai Rp 539,14 triliun tumbuh 25,1% YOY dibanding posisi Juni 2015. Pertumbuhan aset ini terutama ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 19,6% YOY dan pertumbuhan Deposit from other Banks yang naik 28,6% YOY.

“Sebagaimana diketahui bahwa pada Kuartal II tahun 2016 ini kami menerbitkan NCD dan berhasil meraih dana sekitar Rp 3 triliun,” ujar Baiquni.

(Rp triliun)

INDIKATOR NERACA 1H2015 1H2016 +/- (%)
Total Aset 430,97 539,14 25,1
Kredit 288,72 357,22 23,7
Dana Pihak Ketiga 327,26 391,49 19,6
Obligasi Pemerintah 43,96 61,05 38,9
Ekuitas 61,06 83,13 36,1

Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi komponen dana murah (current account saving account/ CASA) sebesar 60,4%. Kualitas aset kredit masih menjadi isu utama sampai dengan Juni 2016. BNI menaikkan Coverage Ratio dari 138,8% pada Kuartal II 2015 menjadi 142,8% pada Kuartal II 2016.
Mempertahankan kualitas aset pada periode Semester I 2016 merupakan tantangan tersendiri bagi perbankan nasional di tengah pelemahan rupiah dan harga komoditas, serta menurunnya demand akibat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada Kuartal I 2016 yang dibawah perkiraan banyak analis dan ekonom.

Realisasi PDB Kuartal I 2016 sebesar 4,92% (dibanding target 5,13%). Rendahnya pertumbuhan ekonomi ini terutama disebabkan oleh rendahnya Permintaan Domestik baik dari Konsumsi Private Consumption maupun Government Spending, serta masih lemahnya aktivitas ekspor.

Pertumbuhan DPK dan Kredit tersebut tidak terlepas dari upaya BNI untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Dalam hal ini BNI menyediakan 1.871 outlet di seluruh Indonesia, belum termasuk 6 kantor perwakilan di luar negeri.

Selain itu, BNI juga menyiapkan 16.279 ATM yang mendukung layanan electronic banking (e-banking) BNI, termasuk di Hong Kong dan Singapura, selain SMS Banking dan Internet Banking. BNI juga terus mengembangkan jaringan melalui program Laku Pandai, yaitu dengan merekrut agen-agen BNI46 yang saat ini mencapai 11.000 agen di seluruh Indonesia. Agen-agen BNI46 ini mendukung program peningkatan literasi dan inklusi jasa keuangan di kawasan yang belum terlayani secara maksimal yang diprogramkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Kiryanto, Corporate Secretary BNI
Telp: 021-5728387, Email: [email protected]

Source BNI Raih Laba Bersih Rp 4,37 Triliun

Leave A Reply

Your email address will not be published.