Blak-blakan, Humas Beda Praktik PR di Seminar

64

 24 August 2015  — Beda peran dan tugas humas dengan PR ini semakin terbuka ketika seminar bertajuk ‘PR Tanpa Batas’, menunjukkan kelas kinerja keduanya. Singkatnya, tugas humas adalah ‘pemadam kebakaran’, dan PR merupakan penyampai pesan dengan menggunakan pihak ketiga.

“Praktisnya, Humas berbeda dengan public relations. Humas selalu menjadi counter-opinion atau penyampai pesan pihak pertama, sedangkan PR merupakan third-party endorsement atau menggunakan mulut pihak ketiga untuk menyampaikan pesan yang diinginkannya,” ucap praktisi branding kawakan, Subiakto Priosoedarsono pada Seminar Branding & Social Media yang digelar oleh Forum Humas BUMN di Bandung, Sabtu  lalu.

Menurutnya, di era persaingan bisnis yang sangat gencar seperti sekarang ini, pekerja kehumasan/public relations bukan sekadar menjaga citra perusahaan, melainkan dituntut turut mendorong kinerja bisnis. Misalnya dengan memoles brand (merk) dan memasarkan produknya karena keterikatan emosi.

“Brand adalah ikatan emosi antara produk dengan konsumen. Titik kritisnya terletak pada seberapa seorang humas menciptakan nilai yang kontekstual. Jadi, hanya dengan melihat logo brand, orang sudah bisa mengingat atau merasakan manfaat yang diberikan brand tersebut,” jelas lelaki yang berada di dapur belakang layar konsep branding kopi permen ‘Kopiko’ ini.

Di seminar yang dihadiri BUMN bidang jasa yang segmented seperti PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk hingga perusahaan negara di bidang jasa yang langsung berhubungan dengan konsumen end-user, seperti PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Mandiri Tbk juga BUMN dengan produk barang seperti PT Semen Indonesia Tbk, Subiakto menegaskan, pentingnya memahami konsumen dalam mengenalkan suatu produk. Ia mencontohkan, ‘Kopiko’ yang ia sebut sebagai kopi permen bukan permen kopi. Sebab, jika produknya permen, maka target marketnya adalah anak-anak dengan keputusan beli dipengaruhi oleh orang lain, yakni orang tuanya.

“Padahal orang tua cenderung melarang anaknya keseringan makan permen,” paparnya pada seminar bertajuk ‘PR Tanpa Batas’ yang diikuti puluhan pekerja kehumasan/public relations dari berbagai BUMN di Indonesia itu. Praktisi yang aktif mencuit di Twitter dengan akun @Subiakto tersebut juga mengungkapkan, dengan pertimbangan ‘kopiko’ menjadi kopi permen, diharapkan target marketnya adalah orang dewasa peminum kopi. “Kopiko, gantinya ngopi,” ujarnya sembari menirukan nada slogan produk ‘Kopiko’ di iklan televisi.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Komunikasi Strategis dan Hubungan Industrial Kementrian BUMN Hambra mengatakan, dibentuknya Forum Humas BUMN ini untuk mengelola citra baik BUMN. Melalui penyampaian yang baik, katanya, akan bisa mengomunikasikan kinerja BUMN kepada masyarakat secara luas. “Ini yang diharapkan dari terbentuknya, Forum Humas BUMN,” tuturnya saat pembukaan acara yang juga dihadiri Ketua Presidium FH BUMN Purwanto dan Direktur Pelaksana yang baru, Riana Setyaningrum.

Terkait branding, selain optimalisasi media massa, saluran lain yang bisa dimanfaatkan ialah media sosial. Dua narasumber lain, Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto dan pengelola media sosial korporat PT Semen Indonesia Tbk., Arief Hermawan ikut berbagi pengalaman terkait sosial media tersebut.

“Di Indonesia, setidaknya ada 93 juta pengguna internet dengan lebih dari setengahnya merupakan generasi muda yang dikenal sebagai digital native atau lahir dan tumbuh di era internet. Selain dunia hiburan, media sosial menjadi hal yang paling diakses orang Indonesia di jagad internet,” Edi mengutip data lanskap digital negeri ini. Secara kebetulan, lanjut Edi, program pemerintahan saat ini yang konsern di bidang maritim sejalan dengan Pelindo III. Namun hal tersebut tak serta merta membuat BUMN kepelabuhanan tersebut menjadi jor-joran mencitrakan diri.

“Humas harus piawai mengatur ritme tampil di media (massa). Kami ‘ramai’ di media massa saat ada pencapaian yang perlu disampaikan ke masyarakat. Karena prestasi pengembangan perusahaan BUMN harus berdasarkan adanya kebutuhan masyarakat,” jelasnya sembari mencontohkan ramainya pemberitaan tentang peresmian anak usaha Pelindo III, Terminal Teluk Lamong yang merupakan terminal berkonsep hijau pertama di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.

Source Blak-blakan, Humas Beda Praktik PR di Seminar

Leave A Reply

Your email address will not be published.