Bibit Kopi Unggul dari Jember

42

Pernah mendengar kopi dari Kalimantan? Pasti belum. Sebab, memang belum ada. Namun bagaimana jika ternyata kopi dari Kalimantan ini benar-benar ada. Nah inilah yang kini sedang digarap oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang tengah melakukan penelitian bibit kopi yang bisa ditanam di tanah gambut. Meskipun kopi asli khas Jemberan memang belum terkenal, namun siapa yang menyangka jika berbagai jenis kopi unggulan berasal dari Jember. Ya, dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang kebun dan kantornya berpusat di Jember yakni Kaliwining, Rambipuji. Saat ini yang tengah dikembangkan puslit kopi jenis Liberika.

“Kopi ini ternyata bagus di daerah rawa,” jelas Sukrisno Widyotomo, kepala Balai Penelitian Kopi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Di mana pihaknya sudah mencoba jenis ini di Jambi dengan jenis Liberika Ekselsa dan ternyata cukup bagus potensinya. Oleh karena itu, pihaknya kini tengah melakukan penelitian yang lebih untuk jenis ini. Apalagi, Kalimantan dari sisi kandungan tanah dan iklim sepertinya Pulau Kalimantan lebih bagus dibandingkan dengan Jambi.

“Jadi nantinya dipastikan memiliki citarasa yang lebih baik,” terangnya.

Menurut Krisno, sudah ada pemerintah daerah di Kalimantan yang akan bekerja sama untuk mengembangkan kopi Kalimantan ini.

“Ternyata kopi ini cukup potensial untuk pasar luar negeri yakni Malaysia,” jelasnya.

Sehingga akan sangat potensial jika dikembangkan di Kalimantan nantinya. Tentunya, jika ini berhasil, dijelaskan Krisno, akan menjadi sejarah yang membanggakan tersendiri bagi Kabupaten Jember.

“Akan jadi sejarah Kalimantan menghasilkan kopi,” tuturnya penuh bangga.

Hal ini tentu saja akan cukup baik ditunggu bagaimana nantinya kopi yang dihasilkan dari Bumi Borneo ini. Sementara itu, Sukrisno sebenarnya lebih suka mengembangkan kopi arabica dibandingkan dengan robusta. Pihaknya pun memberikan saran bahwa Jember hendak mengembangkan kopi sendiri, maka akan lebih cocok mengembangkan arabica.

“Arabica memiliki citarasa terlengkap,” jelasnya.

Di mana arabica memiliki citarasa asam karena kandungan acid yang tinggi dibandingkan dengan jenis robusta. Serta, ada rasa khas yang lebih mudah dibentuk dibandingkan dengan robusta yang banyak berkembang di sejumlah daerah di nusantara. Dirinya pun mengatakan Jember memiliki peluang yang sama dengan daerah lainnya untuk pengembangan arabica ini. Namun, memang untuk kopi ini hanya bisa dikembangkan dengan dataran tinggi yakni sekitar 800 meter di atas permukaan laut.

“Bisa di bawah 800 mdpl, namun serangan hamanya lebih tinggi,” tuturnya.

Namun, tentunya ini perlu adanya kerja sama dari seluruh pihak yang ada di Kabupaten Jember. Dirinya menunjuk daerah Panti bisa digunakan untuk mengembangkan arabica Jember ini, namun memang untuk pelaksanaannya harus dengan kerja sama dengan banyak pihak. Terutama Perhutani selaku pemilik lereng Gunung Argopuro ini. Sehingga memang harus ada perjuangan.

“Seperti milik PTPN XII yang membuat Java Coffe. Hasilnya cukup bagus,” tuturnya menambahkan.

Sehingga jika memang ingin mengembangkan kopi khas Jemberan, pihaknya sangat bersemangat dan siap untuk membantu. Termasuk juga untuk menyempurnakan kopi Jemberan yang tengah dikembangkan oleh masyarakat melalui UMKM sehingga nantinya bisa menjadi kopi Jember yang bisa dibanggakan sebagai keunggulan daerah.

Source Bibit Kopi Unggul dari Jember

Leave A Reply

Your email address will not be published.