Bencana Longsor Di Cibitung – Pangalengan

34

7 Mei 2015 —¬†Bencana tanah longsor yang terjadi pada Selasa siang, 5 Mei 2015 di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung ini mengakibatkan korban jiwa dan 7 couple di emplasement rusak berat.

Kepala Bidang Gempa Bumi dan Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM I Gede Suastika mengatakan, bencana longsor di Pangalengan akibat gejala longsor. Ia memastikan hal tersebut karena sudah diperiksa oleh Tim GT pada 2 Mei 2015 atas permintaan BPBD Kab. Bandung. Menurutnya, Lokasi longsor Kalau dilihat dalam peta, masuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah-tinggi. Kemiringan lereng terjal dan tanah pelapukan breksi vulkanik tufaan cukup tebal) di TKP terlihat retakan selebar 20-30 cm nendatan/amblasan sedalam 0,5 m, panjang retakan membentuk mahkota longsoran 253 m. Longsoran juga mengancam satu kampung dan mengancam pipa panas bumi Star Energy sepanjang 500 m.

Menurutnya, Dimensi mahkota longsoran sekarang sekitar 500m dan panjang 1000 m. Kondisi ini berdampak 7 rumah rusak dan tertimbun longsoran tanah. Di lokasi dan terlihat retakan selebar 20-30 cm amblasan sedalam 0,5 m, panjang retakan membentuk mahkota longsoran 253 m. Pihak PVMBD merekomendasikan untuk penanganan pipa Star Energy agar memindahkan jalur pipa karena gerakan tanah terus berlangsung dan kepada BPBD untuk melakukan evakuasi penduduk kampung mengingat curah hujan masih berlangsung tinggi.

Lokasi longsor berada di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kec.Pangalengan, Kab. Bandung masuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah-tinggi dengan Kemiringan lereng yang terjal. Retakan tanah dilokasi bencana sebetulnya sudah diketahui setahun yang lalu, dan telah diupayakan penanganan dan rehabilitasi baik dari PTPN maupun dari PT Star Energy, mulai dari penanaman pohon oleh PTPN VIII di wilayah yang terindikasi jalur retakan serta pengecoran di daerah yang menjadi titik rembesan air di bukit oleh PT Star Energy.

Bahkan sebulan sebelum terjadi longsor, pihak PTPN VIII telah melakukan sosialisasi kepada warga akan rawannya ancaman tanah longsor terhadap pemukiman, dan memerintahkan evakuasi seluruh warga dan telah mengevakuasi 15 KK dari 52 KK penduduk Kp. Cibitung. PT Perkebunan Nusantara VIII telah mengirimkan bantuan bagi korban tanah longsor berupa makanan, pakaian, selimut, obat-obatan serta turut serta dalam proses evakuasi dan relokasi korban.

Source Bencana Longsor Di Cibitung - Pangalengan

Leave A Reply

Your email address will not be published.