Begini Penjelasan Jasa Raharja Sultra Terkait Pemberian Santunan Kecelakaan

47

1 Maret 2018, Humas SulTra — Kendari – PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi Tenggara (Sultra) selain menyalurankan bantuan Program Kemitraan kepada enam mitra binaan, juga menjelaskan tentang dana yang diperoleh Jasa Raharja ketika membarikan santuan kecelakan kepada masyarakat.

Kepala PT Jasa Raharja Sultra, Jhon Veredy Panjaitan dalam sambutannya menjelaskan, dana yang diperoleh  Jasa Raharja sesuai UU Nom 33 tahun 1964 dari Iuran Wajib Penumpang angkutan  umum darat, laut dan udara. “Karena setiap masyarakat yang naik kendaran umum darat, laut dan udara ada dana untuk Iuran Wajib Jasa Raharja yang harus dibayar. Jadi ketika ada penumpang yg syah mengalami kecelakan dari Dana itulah kita ambil untuk membayarkan santunan yang mengalami musibah,” ucapnya.

Bapak ibu ketika naik transfortasi umum lanjutnya, harus diperhatikan bahwa kendaraan yang ditumpangi itu, kendaraan umum yang memiliki izin dari dinas perhubungan Provinsi, Kabupaten/Kota, atau bukan karena karena jangan sampai kendaraan yang dipumpangi tidak memilki izin beroperasi.

“Diharapkan bapak ibu harus bijak melihat kendaraan atau alat angkutan yang ditumpangi apa itu, kendaraan umum yang resmi atau bukan, kerena ketika terjadi kecelakaan sendiri atau tunggal dan kendaraan itu bukan angkutan umum yang resmi/tidak ada izinya kami dari pihak Jasa Raharja tidak bisa membayar santunan korban kecelakaan itu, semua sesuai dengan UU. Nomor 33 Tahun 1964,” jelasnya.

Diharapkan bapak ibu yang mempunyai kendaraan bermotor jangan malas membayar kewajibanya membayar PKB, SWDKLLJ  dikantor samsat jangan hanya menuntut haknya saja tapi, kewajibannya tidak dipenuhi, sesuai UU No. 34 Tahun 1964 dan pelaksanaannya tertuang dalam Permenkeu No. 16/PMK.10/2017 seperti contoh kendaraan sepeda motor SWDKLLJ nya hanya Rp. 35.000 ribu dan mobil Rp. 143.000 saja  setahun. Sebenarnya kalau mau hitung-hitungan tidak sebanding ketika misalnya kecelakaan empat kali dalam setahun tetap kita banyar penggantian biaya perawatan maximal sebesar Rp. 20 juta dan kalau meninggal dunia Rp. 50 juta kita bayarkan santunannya setiap kejadian, kurang baik apa lagi pemerintah kepada masyarakat.

“Jadi minta tolong jangan hanya menuntut haknya saja kewajibannya tidak dipenuhi, harus seimbang untuk secara gotong royong meringankan korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas,” katanya. “Lewat kegiatan hari ini, bapak ibu bisa menbantu kami Jasa Raharja  untuk menyapaikan perihal hak dan kewajiban sesuai UU.33 dan 34 Tahun 1964 kepada keluarga maupun tetangannya tentang hal ini,” tutunya.

Source Begini Penjelasan Jasa Raharja Sultra Terkait Pemberian Santunan Kecelakaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.