Bebas Narkoba, Pelindo III Adakan Sosialisasi P4GN

48

11 April 2016

Cilacap – Permasalahan narkoba saat ini sudah merambah ke berbagai usia dan kalangan. Peredarannya pun mulai dikemas dengan berbagai macam bentuk. Untuk itu diperlukan bekal pengetahuan dan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampak buruknya guna meningkatkan kewaspadaan terhadap narkoba.

Menyadari hal itu, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau biasa disebut dengan Pelindo III mengadakan sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) pada Senin (11/4).  Sosialisasi ini merupakan kerjasama antara Pelindo III Pelabuhan Tanjung Intan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BNN Cilacap, General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Intan dan diikuti oleh seluruh pegawai, karyawan PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) dan karyawan Koperasi Karyawan Bahari Pelabuhan Tanjung Intan.

General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Intan, Fariz Hariyoso menyampaikan bahwa dengan penyelenggaraan kegiatan P4GN tersebut pihaknya berharap tidak ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pelindo III khususnya di Pelabuhan Tanjung Intan.

“Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi masuknya narkoba ke lingkungan Pegawai Pelindo III khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap karena Cilacap merupakan daerah rawan dalam penyebaran narkoba karena lokasinya berdekatan dengan Pulau Nusakambangan yang notabene merupakan Lembaga Permasyarakatan markas bandar narkoba terbesar di Indonesia,” tutur Fariz saat membuka acara sosialisasi tersebut di Operation Room Kantor Pelabuhan Tanjung Intan.

Kepala BNN Kabupaten Cilacap, Edy Santoso menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin hari semakin meningkat dan tentunya membawa dampak negatif untuk kemajuan bangsa karena narkoba mampu memecah belah Indonesia dan merusak generasi penerus bangsa. Kerugian di Indonesia akibat penyalahgunaan narkoba mencapai 63 Triliun yang mencakup kerugian akibat belanja narkoba, biaya pengobatan, barang-barang yang dicuri, biaya rehabilitasi, dll. Satu-satunya cara untuk menekan peredaran gelap narkoba adalah dengan mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Banyaknya generasi muda yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia lantaran mudahnya akses untuk memperoleh narkoba karena peredaran narkoba sudah merambah hingga ke pelosok negeri, bahkan siswa SD sudah menjadi sasaran lewat makanan yang dijual di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Banyak generasi muda yang belum mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba, penggunaan narkoba akan berdampak negatif pada otak dan jaringan syaraf.  Kebanyakan dari pengguna narkoba mengalami kerusakan otak dan syaraf yang menjadikan sensor motorik dan sensorik mereka mengalami kerusakan yang cukup parah.

Sebelum materi sosialisasi diberikan juga diadakan pertukaran cinderamata dari Pelindo III Pelabuhan Tanjung Intan dan BNN Kabupaten Cilacap sebagai wujud kerjasama dan tanda dimulainya P4GN di lingkungan Pelabuhan Tanjung Intan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan tes urine terhadap  seluruh karyawan Pelindo III Pelabuhan Tanjung Intan yang berjumlah 125 orang dengan hasil seluruhnya negatif sehingga dinyatakan bahwa pegawai Pelindo III bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala Seksi Pencegahan & Pemberdayaan masyarakat BNN Kabupaten Cilacap, Parwito, menjelaskan bahwa berdasarkan peneilitan BNN dan Puslitkes UI 2014, angka prevalensi penyalahguna Narkoba di Indonesia adalah 4 juta orang dengan rincian 1,6 juta pengguna coba-coba, 1,4 juta pemakai teratur dan 943 ialah pecandu. “Yang menjadi persoalan besar ialah temuan 12.044 orang per tahun meninggal atau 33 orang per hari meregang nyawa akibat narkoba,” tegasnya. Dia juga menjelaskan mengenai jenis-jenis narkoba, dampak psikologis yang ditimbulkan serta pola penanganan permasalahan narkoba oleh Balai Besar rehabilitasi BNN.

Di akhir acara juga dilakukan sesi tanya jawab dan mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk berdiskusi mengenai bahaya, modus operandi peredaran narkoba yang berubah-ubah serta pencegahan peredaran gelap narkoba sehingga seluruh peserta dapat memahami dampak negatif yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan pemakaian narkoba.

Source Bebas Narkoba, Pelindo III Adakan Sosialisasi P4GN

Leave A Reply

Your email address will not be published.