Banyak Produk Klaim Halal Tanpa Sertifikat

22

Wed, 28 January 2015 08:54:06 +0700 — Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen, Dr Farid Wajdi mengatakan berdasarkan data yang diperoleh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari 2500 restoran di Kota Medan teryata hanya lima persen yang bersertifikat halal dan banyak produk berlabel halal palsu berkeliaran di tengah masyarakat.

“Banyak rumah makan, restoran dan kafe atau produk makanan/minuman mengklaim produknya halal tetapi tidak memiliki sertifikat halal. Banyak usaha kecil menengah (UKM), restoran, dan pengusaha katering mencantumkan label halal, padahal tidak mengikuti prosedur memperoleh sertifikat halal dari LPPOM MUI,” ujarnya saat dihubungi Selasa (27/1/2015).

Farid menjelaskan, sertifikat halal hanya dikeluarkan oleh MUI, tapi masih banyak produk halal bodong yang tersebar luas di kantin-kantin perguruan tinggi. Adapun bentuk produk halal tertulis pada berbagai jenis makanan seperti roti, kue basah, kue kering, kopi dan susu.

“Tapi, banyak orang yang tidak sadar dan tidak memperhatikan keberadaan logo halal tersebut. Kasus label halal palsu banyak ditemukan pada pelaku usaha kecil dan mikro tidak bisa menyebutkan angka pasti produk yang menggunakan label halal palsu.

Dalam beberapa kasus maraknya peredaran label halal palsu disebabkan kurangnya pengetahuan dari pengusaha, meski tindakan tersebut salah. Selain itu, pengusaha tidak siap untuk melalui tahapan memperoleh sertifikat halal, seperti kesiapan dokumen hingga produksinya. Dampaknya, mereka tak lolos saat audit,” katanya.

Farid mengungkapkan, Pemerintah Kota Medan harus memfasilitasi biaya sertifikasi halal, khususnya untuk UKM, kepemilikan sertifikat halal tergantung kesiapan pengusaha dalam menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Jika pengusaha siap maka proses memperoleh sertifikat halal akan cepat diselesaikan,pelaku usaha harus diberi pemahaman urgensi sertifikat dan label halal.

“Selain itu, pengusaha harus paham mencantumkan logo halal yang tidak sesuai aturan dapat dijatuhi sanksi pidana. Berkaitan dengan label halal itu, Pasal 8 ayat (1) huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label,” ujarnya.

Source Banyak Produk Klaim Halal Tanpa Sertifikat

Leave A Reply

Your email address will not be published.