Baca, Baca, dan Baca

16

Selasa, 27 Januari 2015 | Baca merupakan suatu aktivitas yang mudah tapi jarang dilakukan. Biasanya kita membaca karena kondisi yang memaksakan kita untuk membaca, seperti kita tidak akan membaca bila tidak dikasih tugas oleh guru kita, tidak akan membaca bila besok tidak ulangan, dan lain–lain.

Sebuah media televisi pernah menayangkan bahwa salah satu universitas di Indonesia menyelenggarakan event membaca di satu tempat dan dikenakan syarat yaitu menggunakan tutup mulut. Hal itu sengaja dilakukan oleh pihak universitas tersebut untuk menumbuhkan minat membaca di lingkungan akademis mereka.

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, akhir – akhir ini membuat fanpage komunitas “A Year A Book”, dengan tujuan untuk mengajak para pengikutnya untuk membaca buku baru setiap dua minggu, seperti yang dilansir oleh detikcom. Bagi dirinya, membaca buku dapat menambah wawasan.

Dengan membaca, bisa membentuk karakter dan daya imajinasi seseorang. Dan dengan membaca pula, wawasan bertambah. Dengan banyak membaca buku, semakin kenal dekat dengan dunia. Dengan membaca buku sejarah Indonesia misalnya, kita bisa tahu bagaimana perjuangan para pahlawan Indonesia untuk mempertahankan tanah air Indonesia, kita bisa tahu seperti apa suasana pada saat itu, kita bisa tahu apa saja kejadian bersejarah, kita bisa tahu kapan kejadian bersejarah, bahkan kita bisa tahu dimana tempat kejadian bersejarah tersebut. Padahal, kita tidak mengalami peristiwa bersejarah yang diceritakan pada buku tersebut. Sungguh luar biasa, dengan membaca bisa mengantarkan ke masa – masa lampau, tanpa perlu mesin waktu.

Membaca bisa dilakukan kapan pun, mulai dari untuk mengisi waktu luang, bahkan pada saat jenuh dengan aktivitas sehari – hari. Membaca juga bisa dilakukan di mana pun, mulai membaca di kamar, ataupun membaca pada saat sedang di kereta sambil menunggu tiba di tempat tujuan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, membaca pun semakin dipermudah. Teknologi canggih seperti internet mampu mengantarkan pembacanya untuk mendapatkan segala macam informasi yang diinginkan. Bahkan peristiwa yang baru terjadi di belahan dunia lain pun langsung ada di internet. Namun, dengan adanya internet, perlu semakin selektif dalam membaca. Tanpa selektif, bisa membawa kepada hal – hal yang negatif yang bisa membawa kerusakan di diri pribadi, lingkungan sekitar, sosial budaya, ataupun negara itu sendiri.

Bahkan telepon genggam yang dimiliki sekarang pun bisa mengantarkan kepada dunia yang diinginkan, mulai dari teknologi, kebudayaan, agama, sejarah, sosial, politik, hobi, fiksi, bahkan sampai dengan fiksi ilmiah.

Ada pepatah yang mengatakan “Buku adalah jendela dunia”, dan saat ini buku menjelma menjadi digital yang bertebaran di dunia maya melalui internet. Dan dengan adanya internet, batas antar ruang dan waktu semakin tipis, karena belahan dunia manapun terkoneksi satu sama lain.

Source Baca, Baca, dan Baca

Leave A Reply

Your email address will not be published.