ASDP Tingkatkan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni

33

15-03-2017 |¬†Merak — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mempersiapkan sejumlah langkah perbaikan yang kompherensif untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan antar Pelabuhan Merak, Banten dan Pelabuhan Bakauheni, Lampung yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, sejumlah langkah strategis disiapkan menyusul kualitas layanan penyeberangan terhadap pengguna jasa di lintasan Merak-Bakauheni saat ini, belum optimal. Pasalnya, masih banyak pengguna jasa yang mengeluhkan lamanya waktu bongkar muat kapal (port time), waktu pelayaran (sailing time), dan lamanya waktu antrian sandar kapal. “Kami akan memulai dengan pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM) dimana port time maksimal 1 jam, dan sailing time maksimal 2 jam,” ujar Faik, Rabu (15/3).

Adapun langkah perbaikan yang dilakukan, Faik merinci, pertama akan dilakukan pengaturan kecepatan kapal minimal 15 knot. Kedua, penerapan peraturan tata kelola kapal yang lebih konsisten. “Bagi kapal yang tidak memenuhi port time dan sailing time sesuai SPM, akan dikenai sanksi, lalu penggantian kapal tidak beroperasi (anchor) wajib mengikuti antrian berikutnya, dan kapal hanya bisa mendapatkan muatan pada slot waktu yang disediakan di pelabuhan asal, kecuali faktor cuaca atau ada gangguan kapal di depannya,” kata dia.

Ketiga, terkait pengaturan jadwal pelabuhan, kapal yang beroperasi wajib mengikuti jadwal pelabuhan, bukan sebaliknya. “Tidak boleh lagi ada kapal yang mengapung, terutama di dermaga 4 dan 5 Merak, serta kemudahan atau prioritas bagi kapal yang keluar/masuk alur,” tuturnya.

Faik mengungkapkan, telah menyiapkan konsep desain peningkatan fasilitas Pelabuhan Merak melalui perencanaan dan penataan pelabuhan Merak sebagai destinasi. Pelabuhan Merak tidak hanya menjadi simpul transportasi tetapi akan dikembangkan menjadi simpul ekonomi melalui pengembangan properti dan lifestyle untuk menarik minat pelanggan non-penyeberangan.

“Pengunjung yang datang ke Merak, tidak sebatas ingin menyeberang saja, tapi dapat menikmati fasilitas retail, dan lifestyle yang memberikan pengalaman baru saat berada di pelabuhan feri,” jelasnya.

Berdasarkan data PT ASDP, jumlah penumpang yang menyeberang dari Merak menuju Bakauheni tahun 2016 mencapai total 1,55 juta orang atau naik 21 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1,28 juta orang. Kendaraan roda 4 atau lebih tercatat mencapai 1,79 juta unit atau naik 6 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1,64 juta unit. Sedangkan kendaraan roda dua tercatat 367 ribu unit atau naik 19 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 309 ribu unit.

Sebaliknya, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak tahun 2016 mencapai total 1,66 juta orang atau naik 30 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1,28 juta orang. Kendaraan roda 4 atau lebih tercatat mencapai1,71 juta unit atau naik 9 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 1,57 juta unit. Sedangkan kendaraan roda dua tercatat mencapai 398 ribu unit atau naik 32 persen dibandingkan tahun 2015 sebanyak 301 ribu unit.

Dermaga Premium

Direktur Usaha Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) La Mane mengatakan sebagai langkah penataan dan peningkatan Pelabuhan Merak, saat ini tengah digarap penambahan fasilitas dermaga 6 Merak yang diarahkan menjadi dermaga premium. Dermaga ini bagian dari solusi penataan pelabuhan untuk melayani segmen penumpang dan kendaraan dengan layanan dan tarif khusus.

“Nanti akan ada pemisahan jalur masuk antara penumpang/kendaraan kecil dengan truk. Bagi pengguna jasa reguler tetap dipersilakan menikmati pelayanan tarif reguler di dermaga 1-5. Namun, untuk kenyamanan seluruh pengguna jasa, akan disediakan fasilitas food and beverages untuk pengunjung non penyeberangan,” tutur La Mane.

Saat ini, progres pembangunan dermaga 6 dan area parkir dengan luas total 2,8 hektare telah mencapai 88 persen per 9 Maret 2017. Diharapkan bulan Maret ini dapat selesai, dan akan dilanjutkan dengan pembangunan terminal premium.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas terkait evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Lampung pada Senin (6/3) lalu, meminta adanya perbaikan menyeluruh terhadap layanan penyeberangan lintas Merak-Bakauheni mulai dari waktu tunggu sandar kapal yang lama, sarana prasarana pendukung yang kurang representatif, dan masih rendahnya aksesibilitas menuju ke pelabuhan.

Pembenahan dinilai mendesak karena saat ini tengah berlangsung pembangunan Tol Trans Sumatera, sehingga dikhawatirkan masih minimnya kualitas layanan penyeberangan Merak-Bakauheni dapat menjadi bottlenecking.

Source ASDP Tingkatkan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni

Leave A Reply

Your email address will not be published.