ASDP Siap Buka Layanan Feri Surabaya-Lombok Awal Desember

17

23-11-2016 | Jakarta —  Dalam rangka mendukung penurunan biaya tinggi logistik dan pengembangan sektor pariwisata,  PT ASDP Indonesia Ferry (Pesero) akan membuka layanan feri jarak jauh dengan pada rute Surabaya-Lombok, yang ditarget mulai awal Desember 2016.

“Kami sebenarnya mengkaji juga untuk rute-rute yang lain, seperti Jakarta-Surabaya. Namun, untuk jangka pendek, rute Lembar-Surabaya dulu,” kata PLT Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam diskusi Forum Perhubungan yang bertajuk “Memangkas Biaya Logistik dan Mendukung Pariwisata dengan Feri Jarak Jauh, di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (22/11).

Faik mengatakan pelayanan feri jarak jauh untuk penumpang dan truk barang di rute Surabaya-Lembar itu dijadwalkan sebanyak tiga kali per pekan. Rencananya, secara bertahap ASDP akan menyiapkan lima unit kapal berkapasitas di atas 5.000 tonase kotor (Gross Tonnage/GT) untuk layanan feri jarak jauh. Menurutnya, kapal feri yang disiapkan mampu menampung 1.000 penumpang dan 100 truk.

Dengan layanan feri jarak jauh, Faik optimistis dapat mengurangi biaya logistik dan mendukung sektor pariwisata setempat. Bahkan, lanjutnya, layanan feri jarak jauh tersebut juga mampu mengurangi kepadatan lalu lintas darat.

Ia menuturkan, keunggulan penggunaan feri ketimbang angkutan darat antara lain pertama, mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, sehingga kenyamanan pariwisata dapat lebih terjaga.

Kedua, menambah rute baru pariwisata dari Surabaya ke Lombok dengan frekuensi dua kali per pekan. Ketiga, ramah lingkungan. Keempat, mengurangi beban dan perawatan jalan raya. Kelima, efisiensi waktu, biaya operasional dan pemeliharaan truk.

“Tak hanya itu, waktu tempuh juga bakal lebih singkat dibandingkan dengan jalan darat, dan layanan transportasi logistik pada hari libur atau hari besar keagamaan juga bakal lebih pasti,” ujarnya.

Pusat Ekonomi Baru

ASDP, menurut dia, memiliki peran yang sangat penting dalam menyukseskan program pemerintah, terutama mengenai peningkatan konektivitas, dan menurunkan biaya logistik nasional.

Saat ini, jumlah rute penyeberangan ASDP telah mencapai 195 rute dengan rincian 143 rute perintis dan 52 rute komersial. Dari total rute penyeberangan tersebut, sebanyak 53 rute melayani feri jarak jauh.

“Tentunya yang harus dipikirkan adalah bagaimana layanan feri jarak jauh ini mampu membantu mengurangi beban angkutan darat. Selama ini, biaya logistik dari barat ke timur itu terbilang tinggi karena muatan kapal yang kosong ketika kembali,” kata Faik.

Faik berharap pelaku usaha dapat membangun pusat ekonomi baru di Indonesia timur agar muatan dari barat ke timur, dan sebaliknya menjadi lebih seimbang. Adapun, ASDP siap memastikan pengoperasian angkutan penyeberangan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembukaan layanan feri jarak jauh rute Surabaya-Lombokd dilakukan untuk menurunkan biaya logistik. “Selama ini, Surabaya menuju Lembar lewat darat dan itu agak lama dan mahal karena dua kali melalu selat. Akan tetapi jika lewat laut biaya justru lebih murah,” ujar Menhub.

Rute tersebut juga dapat mengalihkan jalur truk logistik yang selama ini melewati jalur darat.

“Dari pengamatan saya minimal ada 200 truk dari Pelabuhan Surabaya ke Lembar. Apabila kami meningkatkan kapal tiap hari maka itu terjadi dan ini model terbaik,” katanya.

Source ASDP Siap Buka Layanan Feri Surabaya-Lombok Awal Desember

Leave A Reply

Your email address will not be published.