Arti Penting Sebuah Komitmen (teamwork series 2)

4

Rabu, 11 Maret 2015 | Apakah memang sejalan antara komitmen dan perasaan? Karena begitu banyak sekali orang yang menghubungkan antara komitmen dan perasaan. Alasannya, jika perasaan mereka nyaman dan merasa benar, maka mereka akan berkomitmen terhadap hal tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Padahal menurut John C. Maxwell, seorang pakar kepemimpinan, bukanlah seperti itu. Komitmen sejati tidak dijalankan dengan cara seperti itu. Komitmen bukanlah perasaan, komitmen adalah karakter yang memampukan kita meraih semua tujuan. Sedangkan emosi selalu mengalami pasang surut, namun komitmen harus berdiri sekokoh batu karang. Begitulah pendapatnya yang ia tuliskan di dalam bukunya yang berjudul The 17 Essential Qualities of a Team Player.

Sebenarnya bagaimana cara mengetahui seberapa besar komitmen yang kita miliki? Salah satu caranya adalah, ketika dihadapkan dalam satu problem yang cukup pelik, bagaimanakah cara kita berjuang untuk melaluinya? Ketika kita tetap fight itulah parameter bahwa komitmen kita dalam menjalankan tugas tersebut sangat kuat. Bukankah itu juga sama dengan apa yang dikemukakan oleh Maxwell? Komitmen harus berdiri sekokoh batu karang.

Sebuah pertanyaan yang bisa menjadi bahan perenungan, apakah keadaan yang mempengaruhi pilihan, ataukah pilihanlah yang mempengaruhi keadaan? Begitu juga dengan komitmen. Ia lahir karena sebuah pilihan bukan karena sebuah keadaan. Pilihan kita lah yang melahirkan komitmen yang kita jalani saat ini dan ke depannya.

Sama halnya di dalam dunia pekerjaan. Bukankah kita sudah memilih untuk melamar di perusahaan tempat kita bekerja saat ini? Hingga akhirnya kita diterima untuk bekerja di tempat ini saat ini? Saat kita mulai diterima dan memutuskan untuk menerima posisi yang ditawarkan oleh perusahaan, saat itulah kita sudah harus memulai untuk melahirkan sebuah komitmen yang besar untuk perusahaan tempat kita bekerja. Di dalam dunia kerja, pasti selalu saja ada tantangan untuk diselesaikan dan itu membutuhkan komitmen dari diri kita sendiri.

Jika Anda pernah mendengar atau membaca cerita heroik tentang sang petualang Napoleon Bonaparte dan Hernan Cortez, Anda pasti familiar dengan sedikit ilustrasi yang saya sadur dari ceritanya. Keduanya memiliki tipikal yang hampir sama, yaitu dengan cara teknik membakar kapal. Bagaimana maksudnya? Setiap kali mereka berlabuh di suatu pulau, baik Napoleon maupun Cortez membakar kapal mereka. Tujuannya agar pasukannya hanya memiliki pilihan untuk maju dan berperang. Bagaimana mereka berpikir untuk menyerah dan mundur jika kapal yang mereka gunakan untuk berlayar sudah terbakar? Kisah yang sama dari para pejuang kemerdekaan Indonesia, mereka hanya memiliki pilihan merdeka atau mati.

Dari ilustrasi singkat di atas, bukankah semuanya menunjukkan komitmen yang begitu luar biasa? Komitmen lahir dari sebuah pilihan bukanlah dari sebuah keadaan. Begitulah intinya kira-kira.

Jika komitmen itu memiliki peran yang besar, bagaimana cara melatihnya? Dengan mengikat komitmen tersebut pada nilai yang Anda yakini. Semisal dalam dunia kerja, komitmen Anda dalam bekerja dan memajukan perusahaan jika Anda ikatkan dengan nilai spiritualitas yang Anda yakini, maka sudah pasti komitmen Anda semakin besar? Karena apa? Karena Anda mengikatkan komitmen Anda pada nilai peribadahan tentang rasa syukur kepada Tuhan dan apa yang Anda jalani sekarang semua adalah karena kehendak Tuhan. Anda bisa juga mengikatkan komitmen Anda pada nilai-nilai lain yang Anda yakini.

Source Arti Penting Sebuah Komitmen (teamwork series 2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.