Areal Perkebunan Rakyat di Garut Meningkat Tipis

34

11 Maret 2015 —¬†Luas perkebunan rakyat di Kabupaten Garut hingga kini relatif stabil bahkan meningkat dibandingkan kondisi lahan pertanian pangan yang terus menyusut akibat maraknya alih fungsi lahan.

Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Garut mencatat, hingga Semester I atau Juli 2014, total luas lahan perkebunan rakyat di Garut mencapai sekitar 30.330 hektare. Terdapat penambahan luas sekitar 45 hektare dibandingkan pada 2013.

Luasan perkebunan rakyat itu relatif stabil karena lokasinya kebanyakan bukan di daerah yang potensial untuk dijadikan permukiman, apalagi di pinggir jalan. Tidak seperti lahan-lahan pertanian tanaman pangan. Mungkin saja ada penyusutan atau pergeseran lahan perkebunan rakyat, tapi relatif sedikit. Paling juga ganti komoditas tanamannya, kata Kasi Pengembangan Komoditi Disbun Garut, Syaefudin Anwar, Senin (9/3/2015).

Menurut Anwar, luas perkebunan rakyat memungkinkan bertambah atau berkurang, bergantung pada minat petani pemilik lahan. Berbeda halnya dengan lahan perkebunan besar swasta maupun negara yang relatif tak berubah karena sesuai dengan Hak Guna Usaha (HGU)-nya.

Potensi tanaman perkebunan rakyat di Garut cukup besar dengan luas lahan melebihi lahan perkebunan besar swasta yang hanya mencapai sekitar 7.603 hektare maupun perkebunan besar negara sekitar 8.438 hektare. Tanaman di lahan baku perkebunan rakyat itu terdiri tanaman semusim seluas 3.792 hektare dan tanaman tahunan seluas 26.538 hektare. Jenis tanaman semusim terdiri atas akarwangi, haramay, nilam, vanili, serehwangi, tembakau, dan tebu.

Sedangkan jenis tanaman tahunan terdiri atas aren, cengkeh, jambu mede, jarak, kakao, kapok/randu, karet, kayumanis, kelapa, kelapa sawit, kemiri sunan, kina, kopi arabika, kopi robusta, lada, pala, pinang, dan teh. Belakangan komoditas cengkeh juga terus digandrungi petani, kata Anwar.

Produksi bahan mentah dihasilkan dari berbagai jenis komiditas tanaman perkebunan rakyat mencapai 30.289,50 ton dan hasil olahan sebanyak 4.443,64 ton. Jika dihitung, produksi rata-rata tanaman perkebunan rakyat sekitar 0,68 ton per hektare, kata Anwar.

Dia menyebutkan, dengan melihat perkembangan produksi perkebunan di Garut turut menopang perekonomian masyarakat. Jumlah tenaga kerja terlibat pun cukup banyak, mencapai 161.167 orang, dengan jumlah kelompok tani sebanyak 747 kelompok, dan pemilik lahan sebanyak 67. 280 kepala keluarga.

Source Areal Perkebunan Rakyat di Garut Meningkat Tipis

Leave A Reply

Your email address will not be published.