Antisipasi Banjir Sediakan 5 Pompa

38

02 September 2016

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II sudah menyiapkan 5 pompa untuk mengantisipasi terulangnya kejadian banjir di area kedatangan terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Banten. Namun, itu saja tentu belum cukup. Perlu ada perubahan terkait kondisi drainase yang buruk. Plt Direktur Utama PT AP II Djoko Murjatmodjo menuturkan, pihaknya sudah merencanakan hal tersebut. Pihaknya akan bertemu dengan kontraktor untuk membicarakan soal kajian drainase ini.

“Sambil menunggu kita lakukan kajian yang komprehensif, untuk antisipasi disiapkan 5 pompa air sore ini (kemarin sore, red),” ujarnya ditemui di Terminal 3 Ultimate, kemarin (15/8).

Diakuinya, kondisi ini diluar prediksi. Sebab, hujan lebat baru terjadi Minggu (14/8) lalu. Sehingga, munculnya genangan ini baru terlihat. Apalagi, saat itu manhole-manhole di sana sedang dibuka untuk dibersihkan dari sampah-sampah pembangunan terminal. Manhole merupakan salah satu bangunan pelengkap sistem penyaluran air buangan yang berfungsi sebagai tempat memeriksa, memperbaiki, dan membersihkan saluran dari kotoran yang mengendap dan benda-benda yang tersangkut selama pengaliran, serta untuk mempertemukan beberapa cabang saluran, baik dengan ketinggian sama maupun berbeda.

“Kan kadang ada pasir. Jadi dibersihkan. Pengerjaan belum selesai, eh hujan gede. Jadi meluap. Bisa dibayangkan, volume air yang besar jadi langsung naik,” ungkapnya. Merespon kondisi itu, lanjut dia, pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk melakukan pembersihan.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Wika) Suradi mengatakan, Wika sebagai pimpinan konsorsium Kawahapejaya Indonesia, pelaku proyek Terminal 3 Ultimate telah menangani permasalahan genangan air. Menurutnya, tim konsorsium sudah bergerak cepat untuk mengatasi insiden akibat luapan buangan air di bak kontrol yang berada di bawah lantai plaza hari Minggu (14/8) lalu. Kedepannya, pihaknya telah telah menyiapkan tim kerja yang terdiri dari manajemen teknisi dan pekerja selama 24 jam. Pekerja tersebut bakal dibagi dalam dua shift untuk siaga mengatasi masalah-masalah yang kemungkinan akan timbul di terminal baru.

“Saat ini, kami tengah mengusulkan agar dibuat sodetan dari bak kontrol. Nantinya, sodetan itu nantinya menyalurkan air dari masing-masing bak ke sungai,” terangnya.

Ditemui dalam kesempatan sama, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla turut angkat bicara soal insiden-insiden yang terus terjadi. Menurutnya, beragam permasalahan yang muncul diawal pengoperasian terminal baru merupakan hal yang wajar. Setidaknya, paling tidak butuh waktu enam bulan untuk menemukan kekurangan-kekurangan tersebut.

“Enam bulan ini waktu mencatat segala kekurangan. Di mana-mana bandara baru memang selalu begitu. Masalah satu persatu muncul. Makanya itu ada soft opening biar tahu,” ungkapnya usai meninjau terminal 3 Ultimate, kemarin.

Salah satunya, terkait banjir yang terjadi di area kedatangan terminal 3 ultimate pada Minggu (15/8). Dia menanggapi hal itu santai. Menurutnya, itu terjadi hanya karena perbedaan luasan terminal dari yang tertutup aspal dengan saluran air yang ada.

“Kalau diseimbangkan akan selesai,” sambungnya.

Kendati demikian, lanjut dia, bukan berarti hal itu dibiarkan. AP II harus melakukan penyempurnaan dengan cara membuat standarisasi sebagai tolal ukur. Misalnya, berapa lama waktu yang digunakan untuk perjalanan orang ke pesawat, lama waktu tunggu ataupun lama waktu check in.

“Semua harus dihitung untuk dibuat standar,” ujarnya.

Menyikapi permasalahan yang muncul dalam pengoperasian terminal 3 ultimate, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (BKS) akhirnya bertindak. Dia berencana menunjuk lembaga independen untuk melakukan audit.

“Kita akan survei dan menunjuk satu badan kredibel untuk melihat apa kekurangannya,” ujarnya usai menemani JK memantau operasional terminal 3 ultimate.

Lembaga independen ini berasal dari universitas. Misalnya, ITB akan evaluasi soal teknologi, UI soal aksesibilitas, dan UGM dalam hal pelayanan.

“Tidak perlu susah-susah, karena ini pihak universitas kan kredibel,” ujarnya. tim ini juga akan bekerja untuk melakukan survey tiap bulannya guna mengetahui kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki.

Source Antisipasi Banjir Sediakan 5 Pompa

Leave A Reply

Your email address will not be published.