ANTAM Torehkan Peningkatan Laba Bersih di Kuartal I 2017

23

Jakarta, 8 Mei 2017 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX – ATM; IDX – ANTM; ANTAM) mengumumkan bahwa perusahaan menorehkan peningkatan laba bersih di kuartal I tahun 2017 (1Q17) dengan capaian nilai Rp6,64 miliar atau naik 25% dibandingkan laba bersih di kuartal I tahun 2016 (1Q16). Pada 1Q17 ANTAM mencatat nilai penjualan sebesar Rp1,65 triliun dengan komoditas emas menjadi kontributor terbesar sebesar 70% dari total penjualan atau senilai Rp1,16 triliun. Di kuartal I 2017 ANTAM membukukan laba kotor sebesar Rp82,54 miliar.

Direktur Utama ANTAM Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan:

” ANTAM meneruskan kinerja positif di kuartal I tahun 2017 dengan peningkatan laba bersih sebesar 25% dibandingkan laba bersih kuartal I 2016 menjadi Rp6,64 miliar. Di kuartal I 2017 kami berkomitmen untuk terus meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham diantaranya melalui kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memperluas distribusi penjualan emas. Dari sisi pengembangan usaha, di akhir bulan lalu kami telah melakukan first piling ceremony Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dan optimis penyelesaian dapat dilakukan di akhir tahun 2018. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara atas dukungannya kepada ANTAM dalam rangka menciptakan nilai tambah komoditas sektor pertambangan seiring dengan kebijakan Pemerintah terkait ekspor mineral. Saat ini ANTAM telah mendapatkan ijin ekspor bijih nikel sebesar 2,72 juta wet metric ton (wmt) dan 850.000 wmt bijih bauksit.”

Dalam hal peningkatan kinerja, ANTAM telah bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memanfaatkan 109 Kantor Pos di Jawa, Bali, Madura, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sebagai mitra penyedia fasilitas penjualan, pembayaran dan distribusi produk logam mulia. Selain itu, seiring dengan kebijakan Pemerintah terkait ekspor mineral, ANTAM telah memperoleh ijin ekspor bijih nikel sebesar 2,72 juta wmt dan 850.000 wmt bijih bauksit. Kebijakan ekspor mineral tersebut merupakan insentif positif yang akan mengakselerasi pembangunan smelter dan proyek hilirisasi mineral milik ANTAM.

Dalam hal proyek-proyek pengembangan, ANTAM bersama dengan PT Smelting (PTS) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Undertsanding, MoU) tentang kerjasama proyek pembangunan pabrik Pengolahan Anode Slime & Precious Metal Refinery. Melalui MoU tersebut ANTAM, PTS dan PTFI sepakat untuk bekerjasama mendukung anode slime processing and precious metals refinery yang akan didirikan ANTAM yang akan mengolah anode slime, termasuk yang berasal/dihasilkan dari smelter milik PTS dan smelter yang akan didirikan PTFI. Dalam pengembangan komoditas nikel, ANTAM telah melaksanakan pemasangan tiang pancang perdana (first piling) P3FH di Halmahera Timur, Maluku Utara yang dilakukan pada tanggal 25 April 2017. P3FH akan mendukung total kapasitas produksi feronikel tahunan ANTAM menjadi 40.500-43.500 ton nikel dalam feronikel (TNi), sehingga semangat mewujudkan industri dasar logam akan semakin dekat.

Source ANTAM Torehkan Peningkatan Laba Bersih di Kuartal I 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.