ANTAM Serahkan Sarana Penyediaan Air Minum EKS Tambang Emas Cikotok untuk Masyarakat

15

Jakarta, 15 Desember 2016 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX – ATM; IDX – ANTM; ANTAM) mengumumkan bahwa Perseroan senantiasa mewujudkan praktik penambangan yang baik (good mining practices) dimulai dari eksplorasi, penambangan maupun setelah aktivitas tambang tersebut berakhir. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dilakukan oleh Direktur Operasi ANTAM Agus Zamzam Jamaluddin bersama Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya, S.E., M.M., pada tanggal 13 Desember 2016 di Kantor Bupati Lebak, Banten. Di dalam NPHD tersebut terdapat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang merupakan bagian dari Pascatambang Cikotok.

Direktur Operasi ANTAM, Agus Zamzam Jamaluddin mengatakan:

” Sebagai Perusahaan dengan pengalaman operasional lebih dari 48 tahun, ANTAM berkomitmen terhadap praktik penambangan yang baik pada seluruh siklus operasional yang dilakukan. Penyerahan SPAM yang dulunya merupakan bagian dari tambang emas Cikotok, kini telah direvitalisasi dan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat. “

Sesuai dengan dokumen Rencana Penutupan Tambang (RPT) Cikotok yang telah disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, salah satu kegiatan RPT dalam bidang penyelesaian aset disebutkan agar aset tambang emas Cikotok dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan umum. Revitalisasi dan pengalihan hak atas aset SPAM dari ANTAM kepada Pemerintah Daerah Lebak merupakan perwujudan hal tersebut. Hasil revitalisasi SPAM ini meningkatkan debit air dari 6 menjadi 10 liter per detik dan nantinya dapat dikembangkan menjadi 800 hingga 1.000 sambungan rumah dari sebelumnya sekitar 400 rumah di sekitar daerah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.

Tambang emas Cikotok merupakan salah satu dari 7 badan atau perusahaan yang dimerjer saat pembentukan ANTAM pada tanggal 5 Juli 1968. Penambangan emas di Cikotok awalnya dilakukan oleh perusahaan belanda Naamloze Vennootschap Mijnbouw Maatschappij Zuid Bantam pada tahun 1936 namun berhenti pada tahun 1939 saat pecah Perang Dunia II. Setelah Jepang menduduki Indonesia, sebuah perusahaan Jepang Mitsui Kosha Kabushiki Kaisa melanjutkan tambang Cikotok dengan tujuan utama timah hitam untuk keperluan perang. Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, tambang Cikotok berada di bawah pengawasan Jawatan Pertambangan Republik Indonesia hingga akhirnya tahun 1960 statusnya menjadi Perusahaan Negara. Masa penambangan tambang emas Cikotok memasuki fase pascatambang pada tahun 2008 dan pada bulan Januari 2016 ANTAM mengakhiri kegiatan pascatambang sesuai persetujuan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten melalui Surat Persetujuan Bupati tertanggal 11 Desember 2015.

Source ANTAM Serahkan Sarana Penyediaan Air Minum EKS Tambang Emas Cikotok untuk Masyarakat

Leave A Reply

Your email address will not be published.