ANTAM Prihatin atas Kejadian Musibah Peti

16

Jakarta, 28 Oktober 2015 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM; ASX – ATM; IDX – ANTM) merasa prihatin terhadap kejadian tertimbunnya penambang tanpa ijin (PETI). Informasi dugaan tertimbunnya PETI tersebut diperoleh ANTAM pada hari Selasa malam, 27 Oktober 2015. Meski musibah tersebut terjadi di wilayah konsesi (IUP ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, lokasi tersebut berada di luar wilayah operasi ANTAM UBPE Pongkor, tepatnya blok longsoran di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS).

Direktur Operasi ANTAM Agus Zamzam Jamaluddin mengatakan:

“Kami sangat menyesali musibah yang menimpa para penambang liar kemarin. ANTAM mendukung penuh pihak Kepolisian dalam melakukan evakuasi para penambang tanpa ijin yang tertimbun. Saat ini tim evakuasi yang dipimpin oleh Kapolres Bogor, beserta unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, TNI, dan lainnya sedang melakukan evakuasi korban. Kejadian ini berada di luar wilayah operasi UBPE Pongkor, sehingga tidak mengganggu kegiatan operasi Perseroan.”

ANTAM menyadari bahwa luas konsesi wilayah IUP dan banyaknya akses jalan hutan untuk masuk ke wilayah tersebut sangat menyulitkan ANTAM untuk mencegah masuknya PETI. Upaya-upaya pencegahan operasi penambangan liar sudah dilakukan secara intensif oleh ANTAM bekerja sama dengan aparat Kepolisian, TNI, Muspida Kabupaten Bogor, TNGHS dan seluruh komponen masyarakat. Kegiatan penambangan emas tanpa ijin disamping sangat berbahaya bagi keselamatan penambang juga dalam aktivitasnya dapat merusak lingkungan.

Source ANTAM Prihatin atas Kejadian Musibah Peti

Leave A Reply

Your email address will not be published.