ANTAM Paparkan Kinerja Terkini dalam Indonesia Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2015

13

Jakarta, 11 November 2015 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX – ATM; IDX – ANTM; ANTAM) mengumumkan bahwa perusahaan memaparkan kinerja terkini dalam Indonesia Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2015 dan sekaligus merupakan Ekspose Publik perseroan di tahun 2015.

Direktur Utama ANTAM, Tedy Badrujaman mengatakan:

“Partisipasi kami dalam ISCME 2015 merupakan salah satu bentuk transparansi dan keterbukaan Perusahaan kepada stakeholders, terutama investor dan pemegang saham. Kami berharap melalui pemaparan kinerja, strategi dan outlook perusahaan dapat meyakinkan publik akan value sesungguhnya dari ANTAM.”

Dalam paparan di ISCME, ANTAM menyampaikan bahwa perusahaan mencatatkan kinerja operasional yang positif di sembilan bulan pertama tahun 2015 (9M15). Produksi feronikel di 9M15 menunjukkan kenaikan sebesar 10% menjadi 12.838 ton nikel dalam feronikel (TNi) dibandingkan produksi di 9M14. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan jumlah dan kadar bijih nikel umpan pabrik dari tambang nikel di Pomalaa dan Pulau Pakal. Seiring dengan peningkatan produksi, penjualan feronikel di 9M15 ikut mengalami kenaikan sebesar 4% menjadi 13.388 TNi dibandingkan penjualan di 9M14. Tiongkok, Korea Selatan dan Eropa merupakan tiga destinasi terbesar penjualan feronikel ANTAM selama 9M15.

Penjualan emas ANTAM di periode 9M15 naik secara signifikan sebesar 129% menjadi 12.648 kg (406.643 oz) dibandingkan 9M14. Selain produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung, ANTAM melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia juga memurnikan emas dari pihak ketiga di seluruh Indonesia. Laporan keuangan ANTAM untuk periode 9M15 saat ini tengah dilakukan penelaahan terbatas (limited review) dan akan disampaikan paling lambat tanggal 30 November 2015.

Penjualan bersih ANTAM di semester I 2015 setelah diaudit meningkat 97% dibandingkan periode yang sama di tahun 2014 menjadi Rp7,85 triliun. Peningkatan penjualan menjadikan ANTAM membukukan kenaikan laba kotor sebesar 117% dibandingkan semester I 2014 menjadi Rp528,07 miliar. ANTAM juga telah mencatatkan laba usaha sebesar Rp103,34 miliar pada semester I 2015 dibandingkan rugi usaha sebesar Rp187,33 miliar pada semester I 2014. Upaya pengembangan perusahaan terus dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan menunjukkan kemajuan yang on track. Sampai dengan Oktober 2015, progress Engineering, Procurement and Construction (EPC) Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) telah mencapai 96,95%.

Rights issue ANTAM juga berjalan dengan baik dimana terdapat oversubscription. Melalui rights issue tersebut, saham baru yang diterbitkan telah terserap penuh dan ANTAM memperoleh dana sebesar Rp5,377 triliun yang terdiri dari dana Penyertaan Modal Negara sebesar Rp3,495 triliun dan dana dari publik sebesar Rp1,882 triliun. Sebesar Rp3,5 triliun dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan oleh perseroan untuk penyelesaian Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim untuk Tahap I sementara sisanya akan digunakan untuk membiayai modal kerja terkait kegiatan operasional yang meliputi antara lain sebagai beban pokok penjualan dan beban usaha dan biaya pengembangan usaha Perseroan terkait dengan peningkatan kapasitas produksi.

Source ANTAM Paparkan Kinerja Terkini dalam Indonesia Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2015

Leave A Reply

Your email address will not be published.