ANTAM Menjajaki Pasar Ekspor Emas Baru untuk Meningkatkan Penjualan

9

Jakarta, 3 Agustus 2016 – PT ANTAM (Persero) Tbk (IDX: ANTM; ASX: ATM; ANTAM) mengumumkan bahwa perusahaan tengah melakukan penjajakan untuk mengembangkan pasar ekspor emas untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Beberapa pasar yang tengah dijajaki diantaranya Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab dan beberapa negara Afrika. Penjajakan pasar baru dilakukan seiring adanya kendala berlanjutnya ekspor ke India yang merupakan pasar ekspor utama emas ANTAM di tahun 2015.

Direktur Utama ANTAM, Tedy Badrujaman mengatakan:

” Tingginya penjualan emas ANTAM di tahun 2015 merupakan anomali yang disebabkan tingginya ekspor emas ke India seiring adanya ASEAN-India Free Trade Agreement. Dengan adanya pembatasan impor emas yang diberlakukan Pemerintah India dan berlaku bagi semua Perusahaan sejak akhir tahun lalu, diakui akan berdampak pada total penjualan emas ANTAM di tahun 2016. Meski demikian, jika dilihat secara historis, target penjualan emas tahun ini sebesar 11,5 ton masih merupakan all time high di luar anomali di tahun 2015. Kami optimis dengan adanya penjajakan untuk menembus pasar ekspor, volume penjualan emas ANTAM akan tetap tumbuh. “

Di akhir semester I tahun 2016, seiring dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang lebih rendah dari nilai tukar di penghujung tahun 2015, ANTAM memperoleh benefit dari sisi selisih kurs. Selain itu, dengan adanya penguatan harga komoditas emas yang saat ini mencapai kisaran harga US$1.350 per oz, lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata emas tahun 2015 sebesar US$1.190,75 per oz, segmen emas diharapkan akan semakin memberi kontribusi positif di paruh waktu tahun 2016. Kedua faktor ini diharapkan akan meningkatkan kinerja keuangan ANTAM di tahun 2016. Dalam pengembangan bisnis emas, ANTAM bersama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Smelting (PTS) telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) tentang pembangunan Pabrik Pengolahan Anode Slime & Pemurnian Logam Mulia (Precious Metal Refinery, PMR).

Penandatanganan MoU tersebut merupakan salah satu inisiatif ANTAM untuk bertumbuh secara inorganik pada segmen usaha emas guna memberikan imbal hasil yang solid bagi pemangku kepentingan. Upaya ini juga merupakan salah satu diversifikasi risiko ANTAM dalam memperoleh kepastian perolehan feed emas untuk diolah lebih lanjut dan merupakan sinergi dengan UBPP Logam Mulia yang telah terakreditasi oleh London Bullion Market Association (LBMA). Saat ini ANTAM juga masih melanjutkan diskusi dengan PT Freeport Indonesia dan PT Smelting terkait proyek tersebut. ANTAM juga tengah mempersiapkan pengembangan perhiasan yang akan dipadukan dengan emas batangan motif batik. ANTAM juga mengembangkan layanan BRANKAS Corporate, BRANKAS Berzakat dan BRANKAS Individu. ANTAM saat ini telah memiliki 13 Butik Emas LM di berbagai kota besar di Indonesia.

Source ANTAM Menjajaki Pasar Ekspor Emas Baru untuk Meningkatkan Penjualan

Leave A Reply

Your email address will not be published.