ANTAM Menerapkan Kebijakan dan Inisiatif Strategis Guna Menghadapi Tantangan

43

Jakarta, 6 Maret 2015 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX – ATM; IDX – ANTM; ANTAM) mengumumkan bahwa Perseroan telah mengambil kebijakan-kebijakan strategis untuk menghadapi tantangan yang muncul terkait dengan adanya kebijakan Pemerintah yang menyebabkan tidak dapat dilakukannya ekspor mineral mentah dan kondisi harga komoditas yang kurang menggembirakan. Di tahun 2014, tantangan-tantangan ini menjadikan ANTAM membukukan rugi bersih senilai Rp775 miliar dengan nilai penjualan sebesar Rp9,42 triliun.

Direktur Utama ANTAM, Tato Miraza, mengatakan,
“Menghadapi tantangan yang dihadapi di tahun 2014, program penghematan biaya dan optimalisasi kinerja operasional menjadi prioritas utama ANTAM. Melalui penerapan program penghematan biaya seperti penggunaan umpan bijih yang lebih murah dari Pomalaa, evaluasi terhadap kontrak-kontrak dengan pihak ketiga serta penerapan Vendor Held Stock (VHS) yang menghilangkan biaya persediaan bahan bakar, ANTAM berhasil menghemat Rp64,9 miliar di tahun 2014. Dengan tantangan yang dihadapi, ANTAM tetap berkomitmen untuk mengakselerasi realisasi proyek pertumbuhan hilir (downstream) dalam rangka meningkatkan nilai tambah cadangan dan sumber daya yang dimiliki. Saat ini ANTAM tengah dalam proses perolehan Penyertaan Modal Negara (PMN). Perolehan PMN yang akan dikombinasikan dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ini akan mempercepat realisasi proyek-proyek pertumbuhan ANTAM di sektor hilir pada tahun 2015.”

Dari sisi produksi dan penjualan, kinerja operasional ANTAM di tahun 2014 relatif on track. Di tahun 2014, produksi feronikel melebihi target 16.500 TNi dengan capaian 16.851 TNi. Sementara penjualan feronikel melampaui target dengan capaian 19.747 TNi dari target sebesar 19.700 TNi. Meski produksi emas masih mengalami tantangan dari sisi kadar bijih emas yang ditambang, produksi emas tercatat sebesar 2.342 kg (75.297 oz) atau 93,6% dari target. Didukung penjualan dari Butik Emas LM yang sudah mencapai 10 butik, penjualan emas mencapai 9.978 kg (320.800 oz) atau 105,2% dari target.

Biaya tunai emas ANTAM tetap lebih rendah dibandingkan harga di pasar retail sehingga memberikan profitabilitas yang memadai bagi Perseroan. Begitu juga halnya dengan feronikel dimana tingkat biaya tunai komoditas tersebut masih relatif baik, terutama dengan turunnya biaya bahan bakar sehingga dapat berkontribusi pada marjin profitabilitas yang lebih baik di masa depan. ANTAM juga tetap bersikap prudent di dalam belanja modal untuk keperluan proyek-proyek pengembangan, sehingga posisi keuangan perusahaan tetap solid. Hal ini terefleksikan dari struktur keuangan ANTAM yang masih tercatat cukup baik. Jumlah kas dan setara kas tercatat Rp2,62 triliun dengan rasio interest bearing debt terhadap ekuitas tercatat sebesar 67,2% per 31 Desember 2014.

Di tahun 2014 ANTAM juga memperoleh persetujuan atas permohonan pemberian fasilitas pajak penghasilan untuk Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP). P3FP akan memperoleh pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah penanaman modal senilai Rp5,1 triliun. Per akhir Januari 2015, kemajuan Engineering, Procurement and Construction (EPC) P3FP sudah mencapai 85%. Fasilitas tax allowance juga diperoleh PT Indonesia Chemical Alumina yang mengembangkan proyek Chemical Grade Alumina Tayan dan memberikan savings sebesar kurang lebih US$25 juta selama 5 tahun. Untuk proyek Feronikel Halmahera Timur, adanya tax holiday diperkirakan dapat memberi penghematan senilai Rp6,7 triliun. Untuk mengantisipasi tantangan di tahun 2015, ANTAM menargetkan peningkatan produksi dan penjualan feronikel, peningkatan penjualan emas serta adanya penjualan komoditas baru chemical grade alumina. Untuk tahun 2015, ANTAM menargetkan produksi feronikel sebesar 20.400 TNi dengan penjualan sebesar 22.000 TNi. Sementara itu, penjualan emas ditargetkan sebesar 9.963 kg (320.318 toz). Menyusul operasi komersial pabrik CGA Tayan, ANTAM menargetkan volume produksi CGA sebesar 157.000 ton alumina based dengan volume penjualan 149.000 ton alumina based di tahun 2015.

Source ANTAM Menerapkan Kebijakan dan Inisiatif Strategis Guna Menghadapi Tantangan

Leave A Reply

Your email address will not be published.