ANTAM Mencetak Peningkatan Signifikan Profitabilitas Dengan Laba Bersih Rp38,3 Miliar di Sembilan Bulan Pertama Tahun 2016 (9m16) Dibandingkan Rugi Bersih Rp1,04 Triliun Pada Sembilan Bulan Pertama Tahun 2015 (9m15)

23

Jakarta, 31 Oktober 2016 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX – ATM; IDX – ANTM; ANTAM) mengumumkan bahwa Perseroan mencatatkan peningkatan signifikan profitabilitas Perseroan dengan Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk senilai Rp38,3 miliar pada Sembilan Bulan Pertama tahun 2016 (9M16). Peningkatan tajam profitabilitas ini jika dibandingkan Rugi Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp1,04 triliun pada periode yang sama di tahun 2015 (9M15).

Direktur Keuangan ANTAM, Dimas Wikan Pramudhito mengatakan:

” Capaian laba bersih di 9M16 menunjukan kinerja finansial ANTAM telah kembali on track untuk dapat memberikan profitabilitas dan imbal hasil yang baik kepada pemegang saham. Optimalisasi produksi dan penjualan serta efisiensi yang berkelanjutan termasuk peningkatan penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri akan semakin diintensifkan sehingga kinerja ANTAM akan semakin positif.”

Penjualan bersih ANTAM di 9M16 tercatat sebesar Rp6,45 triliun dengan pasar ekspor menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 59% atau Rp3,79 triliun. Kinerja ekspor ANTAM mendapat apresiasi Pemerintah dengan perolehan Penghargaan Primaniyarta 2016 untuk Kategori Eksportir Berkinerja tahun 2016. Penghargaan Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan kepada para pelaku usaha nasional berorientasi ekspor yang dinilai berprestasi dalam meningkatkan ekspor non migas.

Emas masih menjadi kontributor terbesar penjualan bersih ANTAM dengan nilai Rp4,36 triliun atau 68% dari total penjualan 9M16. Feronikel menjadi kontributor terbesar kedua penjualan ANTAM di 9M16, berkontribusi Rp1,49 triliun atau 23% dari total penjualan. Penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri di 9M16 sudah berkontribusi Rp248 miliar atau 4% dari total penjualan. Pada 9M16 belanja modal ANTAM tercatat sebesar 841,8 miliar yang terdiri dari Rp190,1 miliar untuk investasi rutin, Rp642,2 miliar untuk investasi pengembangan dan Rp9,5 miliar untuk biaya ditangguhkan. Belanja modal untuk investasi pengembangan terutama digunakan untuk penyelesaian Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) dengan jumlah keseluruhan investasi Rp561,7 miliar di 9M16.

ANTAM telah menyelesaikan PLTU Batubara berkapasitas 2x30MW yang merupakan bagian dari P3FP dan tengah bersiap dalam penyelesaian P3FP dengan estimasi operasi komersial menjelang akhir tahun 2016. Sementara dalam Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH), ANTAM telah menunjuk konsorsium unincorporated Kawasaki Heavy Industries, Ltd. (KHI) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai pemenang tender kontrak EPC (Engineering, Procurement and Construction) turnkey P3FH Tahap 1 Line 1 dengan nilai kontrak sebesar Rp3,42 triliun.

Untuk mendukung pendanaan proyek-proyek pengembangan, ANTAM melakukan kerjasama di bidang keuangan hingga sejumlah US$1,5 miliar dengan PT Bank ICBC Indonesia. Kerjasama ini dapat berupa pinjaman jangka pendek termasuk diantaranya pinjaman modal kerja dan pinjaman jangka panjang termasuk diantaranya pinjaman untuk keperluan investasi, akuisisi, pendirian perusahaan anak perusahaan, pembangunan pabrik baru, dan pengembangan sarana produksi maupun sarana distribusi. Di 9M16 ANTAM juga melanjutkan upaya-upaya efisiensi dan berhasil menghemat Rp23,1 miliar. Penghematan dilakukan dalam penggunaan bahan-bahan untuk kegiatan operasional di unit bisnis serta negosiasi kontrak dengan pihak ketiga. Dengan biaya tunai feronikel mencapai US$3,38 per lb dan biaya tunai emas mencapai US$837,07 per oz, ANTAM tetap berkomitmen menjadi salah satu produsen feronikel dan emas berbiaya rendah.

Kinerja ANTAM yang positif juga memperoleh apresiasi dari Bursa Efek Indonesia. ANTAM mendapatkan predikat khusus “IDX Best Blue 2016” dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atas pertumbuhan kinerja terbaik pada periode satu tahun terakhir. Predikat IDX Best Blue 2016 mengutip istilah Blue Chip yang dikenal sebagai kumpulan saham yang paling likuid ditransaksikan oleh investor. Kriteria yang digunakan dalam penilaian IDX Best Blue yaitu saham tercatat di BEI satu tahun terakhir, jumlah investor yang memiliki saham, tingkat transaksi perdagangan saham, memiliki pertumbuhan harga saham yang signifikan serta memiliki fundamental yang sehat. Dengan penghargaan ini, maka saham ANTAM memiliki kinerja terbaik dari 532 emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia. Per tanggal 31 Oktober 2016, harga saham ANTAM sudah mencapai level Rp895, naik 137% jika dibandingkan harga saham penutupan per tanggal 31 Oktober 2015 sebesar Rp378.

Berdasarkan data BEI, kepemilikan saham ANTAM meningkat sebesar 14,82% selama setahun terakhir. Sementara itu, nilai transaksi satu tahun mencapai 160% dari kapitalisasi pasar (velocity). Data BEI juga mencatat volume transaksi mencapai 33,6 miliar dengan nilai sebesar Rp17,6 triliun. Saham ANTAM juga ditransaksikan setiap hari selama setahun (244 hari), ditransaksikan oleh 20% dari investor yang ada dan dimiliki oleh 60% dari reksadana yang ada. Dari total 210 reksadana, hampir 107 reksadana memiliki saham ANTAM dan terdapat 109 Anggota Bursa yang mempunyai saham ANTAM dalam portofolionya. Dalam satu tahun terakhir, 34.571 investor mentransaksikan saham ANTAM atau meningkat sebesar 21.571 investor. Selain saham ANTAM yang menjadi emiten berkinerja terbaik selama setahun terakhir, saham ANTAM juga masih menjadi bagian dari Indeks LQ-45 yang merupakan indikator kelompok saham yang memiliki tingkat likuiditas tertinggi di bursa serta kapitalisasi pasar. Saham ANTAM juga tidak pernah memperoleh sanksi penghentian perdagangan sementara (suspend) dari Bursa Efek Indonesia.

Source ANTAM Mencetak Peningkatan Signifikan Profitabilitas Dengan Laba Bersih Rp38,3 Miliar di Sembilan Bulan Pertama Tahun 2016 (9m16) Dibandingkan Rugi Bersih Rp1,04 Triliun Pada Sembilan Bulan Pertama Tahun 2015 (9m15)

Leave A Reply

Your email address will not be published.