ANTAM Memulai Preheating Furnace-4 yang Baru Sebagai Bagian dari Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP)

49

Jakarta, 30 Maret 2015 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX – ATM; IDX – ANTM; ANTAM) mengumumkan bahwa perusahaan telah melakukan preheating fasilitas Furnace-4 yang merupakan bagian dari Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) pada hari Minggu, 29 Maret 2015. Pelaksanaan preheating Furnace-4 merupakan tahap awal dimana ANTAM merencanakan switch on Furnace-4 dapat dilakukan pada pertengahan bulan April 2015 sebagai awal proses commissioning Furnace-4. Furnace-4 direncanakan sudah efektif normal berproduksi dengan tingkat produksi sebesar 4.600 TNi di tahun 2015 dan menjadikan produksi feronikel ANTAM secara total di tahun 2015 sebesar 20.400 TNi. ANTAM juga menargetkan peningkatan penjualan feronikel menjadi 22.000 TNi di tahun 2015.

Direktur Utama ANTAM Tato Miraza mengemukakan:

“Pelaksanaan preheating Furnace-4 mengukuhkan komitmen ANTAM untuk melakukan ekspansi produksi komoditas inti feronikel yang bernilai tambah. Penyelesaian P3FP secara keseluruhan di awal kuartal IV di tahun 2015 yang juga mencakup pembangunan PLTU batubara akan meningkatkan profitabilitas dan kinerja melalui peningkatan produksi dan penurunan biaya.”

Furnace–4 yang baru memiliki beberapa kelebihan dibandingkan furnace eksisting yang dimiliki yakni diantaranya kecepatan elektroda yang lebih tinggi sehingga respon terhadap fluktuasi perubahan beban listrik di dalam furnace yang lebih baik, penggunaan automatic tapping machine, sistem pendingin copper cooler yang lebih ringkas dan lebih baik serta sistem granulasi slag dengan menggunakan bucket elevator yang lebih aman.

Seiring dengan selesainya P3FP, tingkat produksi feronikel ANTAM dapat meningkat menjadi 27.000-30.000 TNi per tahun dari sebelumnya 18.000-20.000 TNi per tahun. Penyelesaian proyek ini juga akan menurunkan tingkat biaya tunai pabrik feronikel di Pomalaa, sehingga kedepannya ANTAM akan menjadi salah satu produsen feronikel dengan tingkat biaya produksi paling rendah secara global. ANTAM juga telah melakukan berbagai upaya efisiensi dan program penghematan biaya sehingga dapat menghasilkan biaya tunai feronikel sebesar US$4,3 per pon di periode Januari-Februari 2015. Capaian ini merupakan capaian biaya tunai terendah selama 5 tahun terakhir dan menjadikan ANTAM kembali menempati posisi sebagai salah satu produsen feronikel berbiaya rendah secara global.

Sampai dengan akhir Februari 2015, konstruksi Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa telah mencapai 86,9%. ANTAM juga telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit investasi ekspor (KIE) tahap II dengan Indonesia Eximbank senilai US$60 juta yang merupakan bagian dari fasilitas KIE senilai US$160 juta. Tahap I fasilitas KIE dari Indonesia Eximbank telah ditandatangani pada tanggal 23 Mei 2014. ANTAM saat ini juga masih meneruskan proses diskusi dengan Pemerintah terkait Penyertaan Modal Negara yang akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek pertumbuhan perusahaan lainnya yakni proyek Feronikel Halmahera Timur dan proyek Anode Slime.

Source ANTAM Memulai Preheating Furnace-4 yang Baru Sebagai Bagian dari Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP)

Leave A Reply

Your email address will not be published.