ANTAM Membukukan Peningkatan Kinerja Operasional yang Signifikan di Tengah Volatilitas Harga Komoditas

20

Jakarta, 28 Agustus 2015 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX – ATM; IDX – ANTM; ANTAM) mengumumkan bahwa perusahaan mencatatkan peningkatan kinerja penjualan yang signifikan di semester I 2015 dengan kenaikan volume penjualan komoditas emas dan feronikel masing-masing sebesar 180% dan 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seiring dengan peningkatan tersebut, penjualan bersih ANTAM di semester I 2015 setelah diaudit meningkat 97% menjadi Rp7,85 triliun. Peningkatan penjualan menjadikan ANTAM membukukan kenaikan laba kotor sebesar 117% dibandingkan semester I 2014 menjadi Rp528,07 miliar. ANTAM juga telah mencatatkan laba usaha sebesar Rp103,34 miliar pada semester I 2015 dibandingkan rugi usaha sebesar Rp187,33 miliar pada semester I 2014. Dengan adanya beban lain-lain yang bersifat non-kas, ANTAM membukukan rugi bersih di semester I tahun 2015 sebesar Rp395,99 miliar. Namun nilai rugi bersih ANTAM di semester I tahun 2015 menunjukkan perbaikan jika dibandingkan rugi bersih pada semester I tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp671,14 miliar.

Direktur Utama ANTAM Tedy Badrujaman mengatakan:

“Peningkatan volume penjualan komoditas emas dan feronikel yang signifikan serta upaya efisiensi yang berkelanjutan selama semester I 2015 membuahkan peningkatan pada kinerja finansial di level operasional pada semester I 2015.”

Sampai dengan semester I 2015, upaya pengembangan perusahaan terus dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan menunjukkan kemajuan yang on track. Sampai dengan Juni 2015, progress Engineering, Procurement and Construction (EPC) Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) telah mencapai 93,43%. Selain itu, proses rights issue ANTAM terus berlangsung yang sebagian besar dananya akan digunakan untuk pembangunan proyek Pengembangan Pabrik Feronikel Halmahera Timur.

Pada semester I 2015 ANTAM telah membelanjakan Rp801,23 miliar untuk keperluan investasi yang terdiri dari Rp100,31 miliar untuk investasi rutin, Rp685 miliar untuk investasi pengembangan dan Rp15,92 miliar untuk biaya ditangguhkan. Di tengah volatilitas harga komoditas, ANTAM terus mengacu pada prinsip kehati-hatian dalam melakukan investasi. Selama semester I 2015, ANTAM terus berupaya untuk melakukan efisiensi dan berhasil menghemat Rp39,31 miliar dengan melakukan efisiensi dalam penggunaan bahan-bahan untuk kegiatan operasional di unit bisnis serta negosiasi kontrak dengan pihak ketiga.

Source ANTAM Membukukan Peningkatan Kinerja Operasional yang Signifikan di Tengah Volatilitas Harga Komoditas

Leave A Reply

Your email address will not be published.