ANTAM dan Inalum Sepakat Membentuk Perusahaan Patungan untuk Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery

54

Jakarta, 15 Oktober 2015 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX: ATM; IDX: ANTM; ANTAM) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (INALUM) mengumumkan bahwa kedua perusahaan telah sepakat untuk mempersiapkan pendirian suatu perusahaan patungan dengan mitra strategis dalam pembangunan dan pengoperasian Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR). SGAR yang rencananya berlokasi di Kalimantan Barat akan mulai dibangun pada tahun 2016 dan beroperasi pada tahun 2019.

Direktur Utama ANTAM Tedy Badrujaman mengatakan:

“Kesepakatan ANTAM dengan INALUM untuk membentuk perusahaan patungan dengan mitra strategis merupakan langkah lanjutan setelah kedua perusahaan menandatangani MoU pada bulan Juli lalu. Pembangunan SGAR Mempawah akan meningkatkan nilai cadangan bauksit ANTAM yang besar melalui kegiatan hilirisasi.”

Direktur Utama INALUM Winardi Sunoto mengatakan:

“Sinergi dengan ANTAM merupakan salah satu usaha pertumbuhan berkelanjutan korporasi untuk merealisasikan industri hulu aluminium Indonesia sehingga akan terintegrasi sampai dengan produk hilir aluminium untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing.”

Menyusul kesepakatan ini, akan segera ditetapkan dan dibentuk skema kerjasama antara INALUM dan ANTAM yang dituangkan dalam suatu shareholder agreement (perjanjian antara pemegang saham) sebelum mendirikan suatu perusahaan patungan dengan mitra strategis yang saat ini tengah diundang untuk bekerjasama. Calon mitra strategis yang tengah diundang merupakan perusahaan-perusahaan terkemuka internasional dalam industri aluminium dan pengolahan bijih bauksit menjadi alumina. Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya berasal dari Tiongkok, Rusia dan Uni Emirat Arab.

SGAR rencananya memiliki kapasitas sebesar 2 juta ton SGA per tahun yang akan dibangun bertahap (kapasitas 1 juta ton SGA per tahun pada tahap I) dengan kebutuhan bijih bauksit sebesar 6 juta wmt per tahun. Melalui pengoperasian SGAR, ANTAM dan INALUM akan dapat mengolah cadangan bauksit yang ada sehingga INALUM akan memperoleh pasokan bahan baku aluminium dari dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan terhadap impor alumina. INALUM saat ini memiliki kapasitas peleburan aluminium sebesar 250.000 ton aluminium ingot per tahun yang membutuhkan minimal 500.000 ton alumina per tahun. INALUM berencana untuk meningkatkan kapasitas menjadi 500.000 ton aluminium per tahun pada tahun 2020 yang membutuhkan minimal 1 juta ton alumina per tahun sebagai bahan baku. Dalam rangka hilirisasi, INALUM mulai akhir tahun depan akan menghasilkan produk baru yaitu aluminium billet dan aluminium alloys, selain aluminium ingot yang diproduksi selama ini yang akan memberikan nilai tambah lebih.

Source ANTAM dan Inalum Sepakat Membentuk Perusahaan Patungan untuk Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery

Leave A Reply

Your email address will not be published.