ANTAM dan Badan Geologi Kementerian ESDM Bersinergi di Bidang Penyelidikan dan Pengembangan Geologi

21

Bandung, 12 Januari 2017 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX: ATM; IDX: ANTM; ANTAM) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding, MoU) tentang Penyelidikan dan Pengembangan di Bidang Geologi. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama ANTAM Tedy Badrujaman dan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial, di Auditorium Museum Geologi, Jalan Diponegoro No. 57, Bandung pada tanggal 12 Januari 2017. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini bertujuan untuk menegaskan komitmen bersama dalam melaksanakan kerja sama melalui kegiatan penyelidikan dan pengembangan teknologi eksplorasi di bidang geologi khususnya terkait sumber daya mineral logam khususnya emas untuk kepentingan ANTAM dan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, menerangkan, saat ini Kementerian ESDM telah menetapkan arah kebijakan sektor ESDM yang salah satunya adalah meningkatkan kemampuan pasokan energi dan sumber daya mineral melalui peningkatan eksplorasi dan produksi bagi kesejahteraan masyarakat di tanah air. Dimulai dari proses eksplorasi, penemuan cadangan hingga eksploitasi. Seperti kita ketahui ketika eksplorasi menurun maka penemuan sumberdaya baru dan produksi sumberdayapun juga ikut menurun. Serangkaian situasi ini, menjadi perhatian Badan Geologi, sebagai salah satu unit dibawah Kementerian ESDM, untuk melakukan penelitian dan pengembangan sektor hulu mineral logam menghasilkan basis data. Basis data tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan rekomendasi wilayah kerja dan pengembangan usaha mineral logam dasar (emas, perak, tembaga, besi, mangan dan logam alternatif lainnya) secara umum dan emas khususnya. Badan Geologi pada tahun 2015 telah mengidentifikasi bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral emas sebanyak 6.513 ton dan cadangan sebesar 2.537 ton.

Direktur Utama ANTAM, Tedy Badrujaman mengatakan: ” Sinergi antara ANTAM dan Badan Geologi Kementerian ESDM merupakan hal yang strategis untuk saling memperkuat masing-masing institusi terkait dengan bidang geologi. ANTAM melalui Unit Geomin telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang eksplorasi pertambangan khususnya mineral yang memiliki nilai ekonomis seperti nikel, emas dan bauksit. Penyelidikan dan pengembangan bidang geologi bersama Badan Geologi Kementerian ESDM akan memperkuat portofolio ANTAM khususnya menghasilkan produk yang berkualitas, sumber daya manusia yang berpengalaman serta pelayanan prima. “

Bagi ANTAM, sebagai Perusahaan berbasis sumber daya alam, penemuan cadangan baru diperlukan untuk menjamin keberlanjutan Perusahaan. Dengan demikian kegiatan eksplorasi adalah komitmen investasi jangka panjang dan diharapkan ANTAM dapat memanfaatkan data hasil penelitian yang ada untuk memberikan arahan area eksplorasi sehingga dapat meningkatkan rasio sukses keberhasilan penemuan cadangan baru.

Penandatanganan MoU tahun 2016-2021 ini menjadi sangat penting karena menjadi acuan dalam membuat program kerjasama teknis yang pelaksanaannya diusulkan dalam dua tahap:

Tahap I (2017-2018): dengan sasaran memperoleh wilayah berpotensi emas yang dapat direkomendasikan untuk WIUP (Wilayah Izin Usaha Pertambangan) Emas fokus pada zona konvensional (sabuk magmatik). Pelaksana: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP), dan didukung oleh Pusat Survei Geologi (PSG), Badan Geologi Kementerian ESDM.

Tahap II (2019-2021): dengan sasaran menemukan indikasi atau model endapan baru emas dalam lingkungan metamorf untuk mendapatkan wilayah prospek baru yang lebih luas. Pelaksana: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi PSDMBP dan Pusat Survei Geologi (PSG), Badan Geologi Kementerian ESDM. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak untuk dapat melaksanakan penyiapan data dan informasi, penelitian, penyelidikan, pengembangan bidang geologi, pemanfaatan sarana survei dan laboratorium, peningkatan kemampuan sumber daya manusia serta fasilitas yang dimiliki dengan tujuan untuk bertukar ilmu pengetahuan. Kegiatan tersebut menghasilkan informasi sumber daya mineral agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Mengenai ANTAM

ANTAM adalah perusahaan berbasis sumber daya alam terkemuka yang terdiversifikasi dan memiliki kegiatan yang terintegrasi secara vertikal dengan komoditas utama bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, batubara, alumina dan jasa pengolahan dan pemurnian logam mulia. Berpengalaman lebih dari 48 tahun, ANTAM memiliki cadangan nikel dan bauksit yang berkualitas tinggi dan berjumlah besar. Melalui unit Geomin, Perseroan berpengalaman dalam bidang eksplorasi pertambangan khususnya mineral yang memiliki nilai ekonomis seperti nikel, bauksit dan emas. ANTAM memiliki sumber daya profesional yang berpengalaman dan terakreditasi baik nasional maupun internasional diantaranya adalah AusIMM (Australian Institute of Mining and Metallurgy); IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia)-MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) dan PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia). Kesuksesan penemuan cadangan mineral diantaranya adalah tambang emas Cikidang di Cikotok, tambang emas Pongkor, tambang nikel Halmahera Timur, tambang nikel Konawe Utara dan tambang bauksit Tayan Kalimantan Barat. 65% saham ANTAM dimiliki oleh Pemerintah Indonesia dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (IDX) dan Bursa Efek Australia (ASX).

Mengenai Badan Geologi Kementerian ESDM

Badan Geologi merupakan salah satu unit teknis di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Geologi mempunyai tugas yaitu melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi, Badan Geologi juga mempunyai tugas yaitu penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pelayanan di bidang geologi, pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi dan pelaksanaan administrasi Badan Geologi. Badan Geologi terdiri dari unit-unit Eselon II dibawahnya, yaitu: Pusat Survei Geologi, Pusat Sumber Daya Geologi, Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Kelembagaan ini terbentuk antara tahun 2005-sekarang bernama Badan Geologi. Badan Geologi menyimpan sebagian besar dokumen hasil penyelidikan mineral dan geologi dari berbagai pelosok wilayah Indonesia, berupa pustaka (laporan, terbitan, peta) dan percontoh (batuan, mineral, fosil). Selain menyimpan dokumen hasil penyelidikan dan pemetaan geologi, juga mewarisi dan merawat semua dokumen hasil penyelidikan dan pemetaan geologi dan bahan tambang yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendahulunya, mulai dari Dienst van het Mijnwezen (1850-1922) sampai dengan Puslitbang Geologi (1978-2005).

Source ANTAM dan Badan Geologi Kementerian ESDM Bersinergi di Bidang Penyelidikan dan Pengembangan Geologi

Leave A Reply

Your email address will not be published.