ANTAM Catat Peningkatan Nilai Penjualan Pada Sembilan Bulan Pertama Tahun 2015 (9M15) Sebesar 56% Menjadi Rp9,04 Triliun

21

Jakarta, 30 November 2015 – PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX – ATM; IDX – ANTM; ANTAM) mengumumkan bahwa perusahaan mencatatkan peningkatan nilai penjualan yang signifikan di sembilan bulan pertama tahun 2015 (9M15) dengan kenaikan 56% dibandingkan sembilan bulan pertama tahun 2014 (9M14) menjadi Rp9,04 triliun. Peningkatan nilai penjualan terutama disebabkan kenaikan signifikan volume penjualan komoditas emas pada 9M15 yang naik 129%menjadi 12.648 kg. Di tengah volatilitas harga komoditas ANTAM juga masih dapat mencatatkan laba kotor sebesar Rp422,68 miliar pada 9M15. Dengan adanya revaluasi aset yang dilakukan, laba komprehensif ANTAM tercatat sebesar Rp1,44 triliun. Dengan adanya beban lain-lain yang bersifat non-kas, ANTAM membukukan rugi bersih di 9M15 sebesar Rp1,04 triliun.

Direktur Utama ANTAM Tedy Badrujaman mengatakan:

“Meski terjadi volatilitas harga komoditas, peningkatan volume penjualan komoditas emas yang signifikan serta upaya efisiensi yang berkelanjutan membuat ANTAM dapat membukukan laba kotor pada 9M15. Selain itu, dengan adanya revaluasi aset tanah yang dilakukan pada kuartal III-IV tahun ini akan meningkatkan aset dan neraca perusahaan.”

Pada 9M15 2015 ANTAM telah membelanjakan Rp820,43 miliar untuk keperluan investasi yang terdiri dari Rp153,04 miliar untuk investasi rutin, Rp644,97 miliar untuk investasi pengembangan dan Rp22,41 miliar untuk biaya ditangguhkan. Di tengah volatilitas harga komoditas, ANTAM terus mengacu pada prinsip kehati-hatian dalam melakukan investasi. ANTAM mencatatkan kinerja operasional yang positif di Sembilan bulan pertama tahun 2015 (9M15). Produksi feronikel di 9M15 menunjukkan kenaikan sebesar 10% menjadi 12.838 ton nikel dalam feronikel (TNi) dibandingkan produksi di 9M14. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan kadar bijih nikel umpan pabrik dari tambang nikel di Pomalaa dan Pulau Pakal. Seiring dengan peningkatan produksi, penjualan feronikel di 9M15 ikut mengalami kenaikan sebesar 4% menjadi 13.388 TNi dibandingkan penjualan di 9M14. Korea Selatan, Eropa dan Tiongkok merupakan tiga destinasi terbesar penjualan feronikel ANTAM selama 9M15. Penjualan emas ANTAM di periode 9M15 naik secara signifikan sebesar 129% menjadi 12.648 kg (406.643 oz) dibandingkan 9M14. Selain produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung, ANTAM melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia juga memurnikan emas dari pihak ketiga di seluruh Indonesia.

Sementara itu, dalam sepuluh bulan pertama tahun 2015 (10M15), ANTAM terus berupaya untuk melakukan efisiensi dan berhasil menghemat Rp51,01 miliar dengan melakukan efisiensi dalam penggunaan bahan-bahan untuk kegiatan operasional di unit bisnis serta negosiasi kontrak dengan pihak ketiga. Capaian efisiensi ANTAM sudah melebihi target internal sebesar Rp39,26 miliar. Upaya pengembangan perusahaan terus dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan menunjukkan kemajuan yang on track. Sampai dengan Oktober 2015, progress Engineering, Procurement and Construction (EPC) Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) telah mencapai 96,95%.

Dalam hal ekspansi usaha di komoditas emas, ANTAM telah sepakat untuk bekerjasama dengan Newcrest Mining Limited (Newcrest) dalam mengidentifikasi peluang dan pengembangan potensi pertambangan emas dan eksplorasi mineral pengikutnya pada beberapa area prospektif baru di Indonesia. Kerjasama antara ANTAM dan Newcrest mencakup area di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara dan Kepulauan Halmahera dan Maluku. Selain itu, ANTAM juga telah membuka Butik Emas Logam Mulia (LM) di kota Denpasar, Bali. Butik Emas LM Bali yang merupakan Butik LM ke-12 berlokasi di Jl. Teuku Umar No. 7, Denpasar.

Dari sisi pendanaan, selain rights issue ANTAM yang telah berjalan dengan baik dimana terdapat oversubscription, ANTAM juga telah memperoleh komitmen pendanaan sebesar US$100 juta dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) untuk turut mendanai Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) serta untuk general corporate purposes. Pricing atau tingkat imbal hasil atas fasilitas pembiayaan investasi Syariah yang diperoleh sangat kompetitif dengan terms and conditions yang supportive terhadap perusahaan, termasuk jangka waktu fasilitas sampai dengan 10 tahun, tanpa jaminan (clean basis) dan on-shore US$ funding (no withholding tax). ANTAM juga telah berhasil memperoleh penurunan tingkat suku bunga pinjaman atas fasilitas Kredit Modal Kerja senilai US$100 juta yang diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI). Melalui penurunan ini, Bank BRI membantu ANTAM untuk cost reduction di pinjaman modal kerja.

ANTAM juga kembali memperoleh penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan PROPER Hijau diraih oleh Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Emas Pongkor dan Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM), sedangkan PROPER Biru diraih oleh UBP Nikel Sulawesi Tenggara, UBP Nikel Maluku Utara, UBP Bauksit Tayan, serta entitas anak dan cucu Perseroan yakni PT Cibaliung Sumberdaya dan PT Citra Tobindo Sukses Perkasa. UBP Emas Pongkor memperoleh nilai 364,3 dan UBPP LM memperoleh nilai 350,5. Pada kelompok tambang mineral dan batubara, UBPE Pongkor merupakan satu- satunya tambang mineral selain tambang batubara yang memperoleh PROPER Hijau sementara UBPP LM adalah satu dari dua entitas pengolahan mineral yang mendapatkan PROPER Hijau. ANTAM juga memperoleh penghargaan Top 3 Publicly Listed Companies dari Indonesia dalam penghargaan ASEAN Corporate Governance Conference tahun 2015. Penghargaan ini diselenggarakan oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF) yang memberi penghargaan bagi perusahaan yang menerapkan GCG terbaik. Penilaian dilakukan berdasarkan penerapan ASEAN Corporate Governance Scorecard, yang diantaranya harus memenuhi beberapa kriteria yaitu hak kepada pemegang saham, treatment kepada pemegang saham, peran dari stakeholders, pengungkapan dan transparansi dan tanggung jawab dewan perusahaan.

Source ANTAM Catat Peningkatan Nilai Penjualan Pada Sembilan Bulan Pertama Tahun 2015 (9M15) Sebesar 56% Menjadi Rp9,04 Triliun

Leave A Reply

Your email address will not be published.