Aksi Kejahatan Marak di KIM

30

Jakarta 28 Oktober 2015 — Maraknya aksi kejahatan seperti begal, pencurian yang terjadi di sekitar Kawasan Industri Medan (KIM) sejak dua bulan terakhir ini, sangat meresahkan pekerja sehingga ber­dampak ter­ganggunya kenyamanan kerja dan iklim berin­vestasi.Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Kawasan Industri Medan (Asperkim) Indra Boy, saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran Direk­torat Bimmas Poldasu, di kantor Sekre­tariat Asperkim di PT Palmindo.

Berdasarkan laporan yang diterima Pengurus Asperkim, untuk tindak keja­hatan begal banyak dialami para pekerja di sejumlah pabrik/pe­ru­sahaan, pada saat pulang kerja shift malam. “Seperti di bundaran KIM dan jem­batan tol menuju gerbang KIM tahap II, aksi begal seperti merampas sepeda mo­tor karyawan sering terjadi pada dini­hari,”kata Indra didampingi Sekretaris Juanda Tan. Bahkan saat menjalankan aksinya, para begal itu bergerak bergerombolan hingga me­ngendarai 7 unit sepeda mo­tor.

Akibatnya, para karyawan menjadi ketakutan. Sehingga membuat para kar­yawan di sejumlah pabrik KIM baru berani pulang ketika hari telah pagi. Tidak hanya begal, pa­parnya, laporan kasus pen­curian juga marak di KIM seperti pencurian barang-barang dalam kontainer pe­rusahaan. Menurutnya, kasus ke­jahatan ini mun­cul me­ngingat di KIM saat masih terbatas fasilitas infrastrukur seperti lam­pu penerangan jalan yang kerap mati.

Apalagi, sambung Juan­da, banyak pintu/celah masuk ke KIM yang kurang terjaga yang kerap menjadi lintasan ma­syarakat, dan hal ini sangat rentan ma­suk­nya pencuri. Untuk itulah, pihaknya berharap pi­hak Kepolisian yakni Poldasu dapat mem­bantu secepatnya men­carikan solu­si dan mem­berantas aksi ke­jahatan tersebut. Pasalnya selama ini keberada­an Pos Pe­ngamanan di gerbang KIM tahap II dinilai kurang optimal. Ter­masuk juga ke­terbatasan petugas yang me­lakukan pengamanan.

Indra menilai, kepedulian dan kese­riusan BUMN KIM dalam melin­dungi pe­ru­sahaan masihlah kurang. Padahal selama ini sebanyak 500 perusahaan yang ber­naung di KIM aktiv mem­bayar ret­ruibusi, yang termasuk di dalamnya untuk biaya ke­amanan. Selain permasalahan tindak kejaha­tan, Asperkim juga menyampaikan ke­luhan terhadap arus lalulintas yang tidak teratur di KIM. Hal ini menimbulkan terhambatnya arus keluar masuk barang dan keamanan para pe­ngendara mobil dan sepeda motor para pekerja yang melintas.

Terkait laporan ini, Direktur Bimmas Poldasu Kombes Pol Drs Ilsaruddin, meminta kepada Asperkim untuk me­nyampaikan pe­ngaduan secara tertulis dan menginformasikan waktu/am yang dinilai sangat rawan tindak kejahatan tersebut. Pihaknya mengucapkan terimakasih atas masukan ini. Dalam waktu dekat ini pihaknya memanggil Ka­polres Pe­labuhan Belawan mengingat wilayah hukum pengamanan KIM berada pada Polres Pelabuhan.

Poldasu juga menyatakan siap ber­koordinasi dan be­kerjasama dengan ber­bagai pihak untuk antisipasi ke­jaha­tan dan meningkatkan keamanan di KIM. Berkaitan masalah pe­ngamanan ini, dimana di dalam perusahaan ada pe­tugas sekuriti/satpam, kata Il­saruddin, diperlukan pen­dataan untuk meninjau ser­tifikasi sekuriti pabrik di KIM. Agar petugas yang di­tempatkan un­tuk membantu menjaga keamanan di ka­wasan objek vital ini, tidak sem­barang ditempatkan demi kesiapan dan kesiga­pan dalam pengawasan. (maa)

Source Aksi Kejahatan Marak di KIM

Leave A Reply

Your email address will not be published.