Airnav Jajaki Sinergi Program Kemitraan dengan KBI

34

03 November 2016 | Ngawi – Perum Lembaga Penyelengara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menjajaki kerjasama penyaluran Program Kemitraan dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) untuk kegiatan pembiayaan resi gudang hasil komoditi kelompok tani.

Mengawali kerjasama tersebut, perwakilan Airnav Indonesia dan KBI, Kamis, 3 November 2016, menggelar survey ke lokasi gudang yang menerapka Sistem Resi Gudang (SRG) di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Di lokasi, tim Airnav Indonesia yang dipimpin General Manager Kantor Cabang Pratama Solo Hengky Poluan bersama tim PKBL PT KBI yang diwakili Eny Juliana menggelar pertemuan dengan sejumlah petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Lestari dan pengurus Asosiasi Gapoktan se-Jawa Timur berdiskusi tentang proses kemitraan pembiayaan resi gudang.

“Hingga hari ini, bagi kami para petani, Program Kemitraan pembiayaan resi gudang oleh BUMN semacam menjadi solusi yang paling tepat dan paling terasa efeknya untuk meningkatkan daya jual hasil tani kami,” ujar Ketua Asosiasi Gapoktan se-Jatim Sudomo.

Dijelaskan pria yang akrab dipanggil Mbah Domo itu, kesulitan petani dalam meningkatkan kualitas beras serta memasarkan hasil panen dengan harga yang sebanding dengan kualitas menjadi kendala utama.

Mbah Domo menambahkan, mayoritas petani hingga saat ini belum mengerti bagaimana menjual beras kualitas bagus dengan harga yang sebanding dengan kualitasnya. Dengan melakukan pola tunda jual melalui penyimpanan di gudang SRG, hal tersebut bisa dilakukan.

“Tapi petani tidak punya modal untuk sewa gudang. Mau pinjam bank sulit dan tidak mungkin, karena terlalu banyak syarat dan bunganya juga besar. Karena di satu sisi, petani juga butuh uang untuk menutupi kehidupan mereka serta modal untuk segera melakukan penanaman baru. Dengan dibantu pembiayaan resi gudang oleh Program Kemitraan BUMN, produktivitas para petani sangat luar biasa meningkatnya. Apalagi dengan pola ini, selain kualitas beras yang terjamin SNI, pembelinya juga sudah pasti,” papar Mbah Domo.

Sugeng, Ketua Gapoktan Margo Lestari menambahkan, dalam setahun para petani di wilayahnya dapat memproduksi hingga  tiga kali masa pane dengan volume hasil panen per hektar sawah mencapai delapan ton. “Gapoktan Margo Lestari membawahi enam Kelompok Tani dengan total luas sawah yang digarap mencapai 296 hektare. Dengan melakukan tunda jual di Gudang SRG antara tiga bulan hingga maksimal enam bulan, kami bisa meningkatkan harga jual hingga 30 persen,” jelasnya.

Ketua PKBL KBI Eny Juliana menjelaskan, seluruh komoditi yang masuk dalam Gudang SRG wajib lolos uji kesesuaian mutu standar SNI oleh Sucofindo atau pun Ujastasma Bulog. Sedangkan gudangnya juga wajib lolos sertifikasi oleh Sucofindo, BGR, maupun PT SAWU selaku lembaga sertifikasi gudang.

“Keberadaan gudangnya sendiri ditunjuk oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapepti) yang berada di bawah Kementerian Perdagangan. Sementara KBI bertindak sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang dari seluruh gudang SRG yang ditunjuk oleh Pemerintah. Salah satunya gudang yang dikelola Food Station di Ngawi ini. Kapasitas tampungnya sendiri bisa mencapai 1500 ton,” jelas Eny.

Dalam kaitan sinergi Program Kemitraan pembiayaan resi gudang antar BUMN, PKBL PT KBI bertindak sebagai lembaga pembiayaan non-bank untuk resi gudang serta penjamin, penagih dan administrator dalam pelaksanaan kerjasama.

“Sebagai penjamin, kami punya kewenangan untuk melakukan eksekusi terhadap resi gudang petani mitra binaan ketika mereka tidak melakukan pengembalian biaya sesuai masa resi gudang. Tapi, sejauh ini, hal itu tidak pernah terjadi. Jadi, kepastian dana kemitraan yang dsalurkan untuk kembali bisa 100%,” pungkas Eny.

GM Airnav Indonesia Solo Hengky Poluan dalam pertemuan siang itu menyampaikan  bahwa sebagai BUMN, Airnav Indonesia memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Program PKBL yang pelaksanaannya berada di bawah pengawasan Kementerian BUMN tersebut.

“Seperti kita ketahui, membantu petani meningkatkan produktivitas menjadi salah satu upaya Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di sinilah BUMN selaku perpanjangan tangan Pemerintah hadir bersinergi untuk mengambil peran itu sesuai porsinya,” ungkapnya.

Source Airnav Jajaki Sinergi Program Kemitraan dengan KBI

Leave A Reply

Your email address will not be published.