AirNav Indonesia Suntik 17 UKM Dana Segar Program Kemitraan

70

01 Februari 2016 | Direktur Personalia dan Umum LPPNPI Rahadi Sulistyo menjelaskan, total dana yang digulirkan bagi pengembangan dan kemajuan UKM di wilayah kerja BUMN pelayanan navigasi tersebut mencapai Rp 734 juta. Nilai bantuan yang disalurkan kepada masing-masing UKM tersebut bervariasi, bergantung kepada jenis usaha dan kemampuan pengembalian pinjaman.

Rahadi Sulistyo menjelaskan, Program Kemitraan adalah mekanisme pemberian pinjaman lunak yang diberikan oleh seluruh BUMN di Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah, dalam rangka memacu perekonomian masyarakat. Penyaluran program dimaksud mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara tanggal 3 Juli 2015.

”Ada syarat dan prasarat yang harus dipenuhi oleh setiap UKM yang ingin menjadi mitra binaan AirNav Indonesia. Fokus AirNav adalah UKM-UKM yang berpotensi berkembang, namun terkendala dengan masalah permodalan,” jelas Rahadi Sulistyo, dalam acara yang digelar di Kantor Pusat Perum LPPNPI, Tangerang.

Syarat dan prasyarat yang dimaksud, di antaranya adalah UKM yang mengajukan diri merupakan milik Warga Negara Indonesia, mempunyai potensi dan prospek usaha untuk dikembangkan, telah melakukan kegiatan usaha minimal 1 (satu) tahun, serta belum memenuhi persyaratan perbankan (non bankable).

Rahadi Sulistyo menegaskan, hal terpenting dalam pelaksanaan penyaluran Program Kemitraan BUMN adalah tingkat pengembalian pinjaman oleh UKM mitra binaan. ”Jangan sampai UKM dikasih bantuan permodalan yang melebihi kemampuannya untuk mengembalikan. Itu namayna bukan membantu, tetapi sama saja mencelakaan UKM tersebut,” ujarnya.

Untuk menghindari kesalahan dalam penyaluran bantuan UKM, Perum LPPNPI melakukan proses evaluasi dan pengkajian terhadap calon mitra binaan melalui Unit PKBL. Unit tersebut merupakan bagian dari organisasi perusahaan yang dibentuk dan didedikasikan untuk menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri BUMN tentang PKBL.

Sekretaris Perusahaan Perum LPPNPI Ari Suryadharma menambahkan, dalam pelaksanannya,  AirNav Indonesia mengalokasikan dana yang diambil dari laba bersih perusahaan untuk merealisasikan program-program PKBL. Besaran penyisihan laba untuk PKBL itu sendiri disesuaikan dengan kemampuan BUMN masing-masing. Pada tahun 2016, AirNav menargetkan dapat merekrut hingga 38 mitra binaan yang berada di wilayah kerja Kantor Pusat dan Kantor Cabang JATSC.

”Melalui Unit PKBL, AirNav Indonesia tidak sebatas menyalurkan dana bantuan. Pengawasan dan pembinaan juga dilakukan agar UKM binaan bisa lebih mapan dan tangguh. Kita akan menyertakan mereka pada kegiatan-kegiatan diklat, serta pameran-pameran untuk mengembangkan pasar,” ungkap Ari Suryadharma.

AirNav Indonesia adalah penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan yang mengatur pergerakan lalu lintas pesawat udara komersial di seluruh ruang udara nasional melalui 273 kantor pelayanan navigasi di seluruh penjuru Indonesia. AirNav diharapkan tidak hanya mampu menjaga keselamatan penerbangan sesuai tugas dan fungsinya. Akan tetapi juga dapat bersinergi dengan masyarakat dalam mewujudkan keselamatan penerbangan.

Source AirNav Indonesia Suntik 17 UKM Dana Segar Program Kemitraan

Leave A Reply

Your email address will not be published.