AirNav Indonesia Kembali Gelar Festival Balon Udara di Pekalongan

21

12 Juni 2019 | PEKALONGAN – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia kembali menggelar festival balon udara bertajuk “Java Traditional Balloon Festival 2019” di Stadion Hoegeng, Pekalongan pada Rabu (12/6). Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, menyampaikan bahwa festival ini merupakan yang kedua kalinya diadakan oleh AirNav Indonesia di Pekalongan dalam rangka menjembatani budaya masyarakat dalam menerbangkan balon udara tradisional dengan keselamatan penerbangan.

“Budaya masyarakat dan keselamatan penerbangan dapat berjalan harmonis, terbukti dapat dilihat pada hari ini masyarakat Pekalongan dan sekitarnya tetap melakukan budaya mereka menerbangkan balon udara untuk memperingati momen syawalan dengan cara ditambatkan. Masyarakat sudah mulai terbiasa dan antusias dalam mengimplementasikan PM 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat,” ungkap Novie.

Dalam penyelenggaraan festival tahun ini, AirNav Indonesia bersama Pemerintah Kota Pekalongan telah melakukan sosialisasi pada tanggal 20-24 Mei 2019. “Kami melakukan sosialisasi bersama dengan unsur Pemerintah Kota Pekalongan, Polres dan Kodim ke Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Selatan dan Timur, kemudian Kecamatan Tirto dan Buaran di Kabupaten Pekalongan serta Kecamatan Warungasem di Kabupaten Batang. Bahkan sosialisasi juga kami lakukan kepada siswa-siswi sekolah sebagai bentuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan penerbangan bagi generasi penerus. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan mengenai bahaya balon udara terhadap keselamatan penerbangan dan rencana festival balon udara sebagai salah satu media melestarikan tradisi menerbangkan balon udara. Respon masyarakat pada sosialisasi tersebut cukup antusias,” papar Novie.

Dijelaskannya, antusiasme masyarakat dapat terlihat dari jumlah peserta yang berpartisipasi pada festival tahun ini. “Tahun lalu total peserta di Pekalongan sebanyak 30 kelompok. Tahun ini, jumlah peserta meningkat drastis menjadi 105 kelompok. Hal ini merupakan hasil dari upaya sosialisasi yang cukup masif dilakukan oleh AirNav Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan Komunitas Sedulur Balon Pekalongan yang merupakan komunitas yang mewadahi para pegiat balon udara tradisional di Pekalongan dan sekitarnya,” terangnya.

AirNav Indonesia menyiapkan beragam hadiah dan hiburan menarik dalam gelaran festival tahun ini. Total hadiah untuk peserta Java Traditional Balloon Festival 2019 mencapai Rp. 70 juta ditambah berbagai door prize menarik baik untuk peserta maupun hadirin yang memadati Stadion Hoegeng. Pada malam harinya, digelar Pesta Rakyat untuk masyarakat Pekalongan dengan menampilkan Didi Kempot, Resa Lawang Sewu dan kesenian khas Kota Pekalongan.

Kemeriahan Java Traditional Balloon Festival 2019 ini tidak lepas dari kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan masyarakat Pekalongan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekalongan, Komunitas Sedulur Balon Pekalongan dan seluruh masyarakat Pekalongan atas sinergi yang telah terbangun dengan baik sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik. Melalui festival ini, kami berharap balon udara tradisional yang ditambatkan dapat bertransformasi menjadi daya tarik wisata serta penyokong bagi industri ekonomi kreatif masyarakat, sehingga tradisi tetap lestari dan keselamatan penerbangan tetap terjaga,” pungkas Novie.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengingatkan kepada masyarakat untuk bersama-bersama menjaga keselamatan penerbangan. “Bapak dan Ibu semua, saya yakin semuanya tidak ingin ada kecelakaan pesawat udara karena balon udara. Maka dari itu, sejak tiga tahun lalu saya dan AirNav Indonesia berdialog untuk mencari solusi menyelaraskan tradisi dan keselamatan penerbangan. Kemudian muncul gagasan untuk menambatkan balon udara dan mewadahinya ke dalam festival,” papar Ganjar pada sambutannya.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, memberikan apresiasi terhadap AirNav Indonesia yang telah menyelenggarakan festival yang begitu meriah selama dua tahun berturut-turut. “Momen Syawalan Kota Pekalongan sekarang bukan hanya terpusat di Krapyak saja. Kita juga punya festival balon udara yang disambut sangat antusias dan meriah oleh masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Kami berharap melalui pelaksanaan festival ini, kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi menjaga keselamatan penerbangan semakin tinggi. Terima kasih kepada AirNav Indonesia yang telah menjalin sinergi yang begitu erat dengan Pemerintah Kota Pekalongan dalam penyelenggaraan festival ini,” terang Saelany.

Pesan untuk menjaga keselamatan penerbangan juga ditekankan oleh Anggota Ombudsman RI yang juga merupakan Pengamat Penerbangan, Alvin Lie. Menurut Alvin, langkah untuk menyelaraskan tradisi dan keselamatan penerbangan dengan cara menambatkan balon udara merupakan cara yang paling tepat. “Di atas Pantai Utara ini, termasuk Kota Pekalongan, terdapat salah satu rute penerbangan tersibuk di dunia yakni Whiskey Forty Five (W44). Balon udara liar sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan di rute tersebut yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Penambatan balon udara dan gelaran festival ini adalah salah satu langkah yang sangat baik dari AirNav Indonesia dalam menjembatani pelestarian tradisi masyarakat dengan keselamatan penerbangan,” ungkap Alvin.

Source AirNav Indonesia Kembali Gelar Festival Balon Udara di Pekalongan

Leave A Reply

Your email address will not be published.