AirNav Indonesia Inisiasi Pembentukan KP3I

95

Bandung 18 September 2015 – Komitmen AirNav Indonesia mendukung Pemerintah dalam upaya pengambilalihan pengelolaan wilayah udara (flight information region/FIR) yang berbatasan dengan Singapura dan Semenanjung Malaysia-Malaka, serta yang berbatasan dengan Malaysia di Kalimantan Utara terrealiasai dalam kegiatan Penyelenggaraan Pembentukan Kelompok atau Forum Perencana Pengembangan Penerbangan Indonesia (KP3I) di Hotel Savoy Homan Bandung pada tanggal 16 hingga 18 September 2015 lalu.

Sesuai roadmap, AirNav Indonesia siap mendukung pemerintah mengambil alih sektor ABC. Area Sektor A adalah wilayah di bagian utara Singapura, Sektor C mencakup bagian utara, dan Sektor B daerah sekitar Laut Cina Selatan.

“Jika dalam setahun ini kita memodernisasi peralatan, kita optimistis bisa kuasai sektor ABC,” ujar Direktur Services Development dan IT AirNav Indonesia, New In Hartaty Manulang. New In Hartaty bersama Direktur Keuangan AirNav Indonesia, Rita Widayati menjadi motor pembentukan Kelompok Perencana Pengembangan Penerbangan Indonesia (KP3I). KP3I merancang perumusan grand design master plan penerbangan nasional untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendukung aspek pertahanan dan keamanan negara.

Peserta rapat yang turut serta secara aktif dalam pembentukan forum ini antara lain adalah PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., PT. Angkasa Pura I (Persero), PT. Angkasa Pura II (Persero), PT. Jasa Angkasa Semesta, Tbk., PT. Gapura Angkasa, dan PT. Bandarudara Internasional Jawa Barat. Para peserta rapat sepakat untuk berpartisipasi dan mendukung terbentuknya forum dengan tujuan untuk mewujudkan perencanaan penerbangan Indonesia yang terpadu. Rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk menjadikan Perum LPPNPI menjadi koordinator KP3I dengan masa jabatan selama dua tahun. Pertemuan forum ini akan dihelat minimal dua kali dalam setahun yakni pada setiap awal semester.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Service Development & IT menekankan bahwa fenomena pertumbuhan penumpang di Indonesia tahun 2014, telah berada pada peringkat ke-10 di Asia Pasifik, lalu ada pula kebijakan Asean Open Sky yang akan segera diberlakukan. Faktor-faktor eksternal inilah yang dapat berpengaruh terhadap sektor industri penerbangan di Indonesia. Untuk itu, perlu diantisipasi agar industri dalam negeri khususnya dapat bertahan dari gempuran faktor eksternal dengan cara melakukan pertemuan-pertemuan secara berkala antar stakeholder dan Perum LPPNPI sebagai salah satu stakeholder yang menginisiasi agar terciptanya suatu kesinambungan tatanan perencanaan yang komprehensif dari segala aspek.

Target awal KP3I adalah menata penerbangan hingga menyentuh kawasan terpencil, sekaligus pengambil-alihan wilayah ruang udara sekitar Kepualauan Natuna, yang sudah diinstruksikan Presiden Jokowi dapat diambli alih Indonesia dalam tiga tahun.

Rita Widayati dan New In Hartaty mengatakan kesiapan AirNav Indonesia mengambilalih kedaulatan udara NKRI, sesuai dengan road map operasional AirNav Indonesia mendukung transformasi BUMN dalam lima tahun. Perlunya suatu komitmen diantara para stakeholder dalam bentuk tim/forum/kelompok agar perencanaan terintegrasi dapat terwujud. (Sekretariat Perusahaan).

Source AirNav Indonesia Inisiasi Pembentukan KP3I

Leave A Reply

Your email address will not be published.