7 BUMN Keroyok Proyek Pelabuhan Benoa

21

02 April 2015

Surabaya — Tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipastikan segera bersinergi untuk melanjutkan proyek besar pengembangan Pelabuhan Benoa, yang mencakup pembangunan jalan tol Bali Mandara. Proyek tersebut digawangi oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), dengan menggandeng 6 perusahaan pelat merah di bidang konstruksi dan pengembang. Mereka a.l. PT Jasa Marga (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), dan PT Adhi Karya (Persero).

Tiga perseroan negara lainnya adalah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), PT Hutama Karya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero). Ketujuh BUMN itu sepakat mempercepat inisiasi pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa. Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengungkapkan ketujuh perusahaan tersebut baru menyepakati nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk melanjutkan pembangunan tol Bali Mandara, yang terintegrasi dengan Pelabuhan Benoa.

“Bisa dikatakan pengembangan Pelabuhan Benoa adalah satu kesatuan yang tidak terlepas dengan pembangunan Jalan Tol Bali Mandara. Ini adalah wujud sinergi BUMN untuk membangun kawasan Pelabuhan Benoa,” katanya dalam pernyataan, Rabu (1/4/2015). Menurutnya, pengembangan Pelabuhan Benoa dapat mendorong geliat perekonomian Provinsi Bali, sebab selama ini pelabuhan tersebut merupakan gerbang masuk wisatawan mancanegara yang berlibur ke Pulau Dewata melalui kapal pesiar.

“Selama ini Bali masih sebatas menjadi tujuan. Nantinya, akan kami jadikan sebagai pusat kapal pesiar atau turn around cruise port. Artinya, para turis itu akan memulai perjalanannya dari Bali,” jelas pimpinan BUMN yang bermarkas di Surabaya itu. Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto memaparkan pengembangan Pelabuhan Benoa mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang diterbitkan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Salah satu poin utama yang digarisbawahi dalam RIP tersebut adalah menyulap Pelabuhan Benoa sebagai pusat wisata marina. Salah satu yang direncanakan untuk mencapai target itu adalah menyiapkan terminal marima.

Selain itu, alur pelayaran akan dikeruk menjadi -12 low water spring (LWS), panjang dermaga penumpang bakal ditambah, dan terminal kapal pesiar bakal dikembangkan. “Kami juga akan membangun dermaga petikemas, lapangan penumpukan, dan fasilitas curah cair.” Edi mengatakan sebelum memulai proyek pengembangan Pelabuhan Benoa itu, masing-masing dari ketujuh BUMN yang terlibat bakal melakukan kajian menyeluruh, meliputi aspek bisnis, finansial, kelayakan, lingkungan, legalitas, serta risiko.

“Pola kerja samanya belum ditentukan. Bisa jadi seperti ketika pembangunan jalan tol Bali Mandara dengan masing-masing BUMN memiliki saham di dalamnya, atau bisa juga dengan pola kerja sama lainnya.” Sekadar catatan, perencanaan jalan tol Bali Mandara telah dipaparkan sejak 2010 dengan menggunakan sistem sinergi antar-BUMN. Salah satu yang menjadi proyek penunjang yang hendak digarap saat itu adalah mengembangkan kawasan Pelabuhan Benoa.

Source 7 BUMN Keroyok Proyek Pelabuhan Benoa

Leave A Reply

Your email address will not be published.