2 Crane baru Pelindo III percepat proses bongkar muat

27

07 November 2015

Dua unit Ship To Shore (STS) Crane baru atau Container Crane (CC) yang didatangkan kembali Pelindo III untuk perkuat peralatan bongkar muat khususnya di Terminal Nilam, salah satu Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kedua STS Crane tersebut melengkapi 3 unit Crane yang sebelumnya terpasang di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak. Dua crane baru tersebut mulai dioperasikan Jum’at, 6 Nopember 2015 dengan aktifitas bongkar dan muat perdana di kapal petikemas domestik Kapal Meratus Kapuas dengan total jumlah bongkar muat petikemas sebanyak 762 Teus dengan rincian sebanyak 412 Teus dibongkar dan muat sebanyak 350 Teus.

Baca juga: Pelindo III presentasi program kerja di 41st ASEAN Port Association dan Atlet Pelindo III usung predikat juara umum Porseni di Medan Sebelumnya, Pelindo III telah mengujicoba 2 Unit Ship To Shore (STS) Crane tersebut bongkar muat peti kemas di kapal KM Teluk Berau dan KM Pulau Nunukan. Saat itu, bongkar muat KM Teluk Berau mencapai 432 Teus, sedangkan KM Pulau Nunukan mencapai 433 Teus. Tujuan uji coba tersebut untuk memastikan dapat dioperasikannya Crane tersebut secara maksimal.

General Manager Pelindo III Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto memaparkan, dua unit STS Crane yang didatangkan di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak tersebut mempunyai beberapa kelebihan dibanding crane yang sudah ada, mulai dari kapasitas angkut mencapai maksimal 40 ton, kecepatan melakukan aktivitas bongkar muat petikemas hingga 35 box/crane/hour, pengoperasian 2 STS Crane cukup menambah pasokan energi dengan menambah power house sebesar 2,5 MVA (±1 MVA / Crane), selain itu juga ramah lingkungan sebab menggunakan bahan bakar listrik.

“Kami targetkan bahwa sebelum tahun 2017 Container Crane (CC) yang saat ini masih berbahan bakar solar akan dikonversi menjadi bahan bakar listrik, sehingga eco green port atau sustainable port dapat sepenuhnya diterapkan di Pelabuhan Tanjung Perak. Kami ingin mewujudkan pelabuhan Tanjung Perak yang ramah lingkungan demi kelangsungan generasi yang akan datang”, tandas Eko dalam keterangan pers yang diterima Lensaindonesia.com, Sabtu (07/11/2015.

Menurut catatan Pelindo III, hingga triwulan III-2015 ini total arus peti kemas di beberapa pelabuhan kelolaan Pelindo III terealisasi 3,179 juta Teus. Catatan tersebut menunjukkan peningkatan tipis sebesar 1% dibandingkan triwulan III-2014 lalu yang tercatat 3,174 juta Teus. Sedangkan, realisasi arus petikemas di pelabuhan Tanjung Perak hingga triwulan III 2015 tercatat 2,2 juta Teus sebelumnya terealisir 2,2 juta Teus

Di sisi lain, Kepala Humas Pelindo III, Edi Priyanto mengungkapkan, di triwulan IV tahun 2015 ini arus barang diharapkan terus meningkat seiring membaiknya perekonomian di tanah air pasca dikeluarkannya paket kebijakan dari pemerintah. Hal ini juga didasarkan realita bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur yang selalu lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pelindo III sepanjang semester 2 tahun 2015 ini mendatangkan beberapa peralatan bongkar muat, tepatnya sebanyak 8 unit Crane untuk menunjang bongkar muat diantaranya 2 unit Grab Ship Unloader (GSU) di Terminal Teluk Lamong Pelabuhan Tanjung Perak, 2 unit Ship To Shore (STS Crane) di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak, 2 unit STS Crane di Terminal Petikemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas dan 4 unit STS Crane memperkuat Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB) Pelabuhan Banjarmasin,” imbuh Edi. Dua unit Grab Ship Unloader (GSU) dioperasikan di Terminal Teluk Lamong Pelabuhan Tanjung Perak guna mempercepat layanan dan melayani kegiatan bongkar muat khusus barang jenis curah kering food dan feed grain dengan kinerja bongkar muat mencapai 4.000 ton/jam.

Pasca datangnya 2 unit STS Crane di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak, maka jumlah alat bongkar muat petikemas menjadi 5 unit STS Crane, setelah sebelumnya tersedia 3 (tiga) unit Crane. Selanjutnya satu unit used Crane eks Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak akan direlokasi untuk memperkuat kinerja bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang NTT, yang saat ini di Pelabuhan Tenau Kupang baru terpasang satu unit Crane. Diharapkan dengan penambahan Crane ini akan memperkuat kinerja bongkar muat peti kemas dan akan berdampak besar pada pertumbuhan arus barang dan perekonomian di Nusa Tenggara Timur.

Dua unit STS Crane juga akan tiba akhir tahun ini di Terminal Petikemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas sehingga jumlah Crane yang dioperasikan di TPKS nantinya menjadi 7 (tujuh) unit Crane. TPKS sendiri saat ini tengah dilakukan pengembangan fasilitas diantaranya perluasan Container Yard (CY) atau lahan penumpukan kontainer seluas 5,3 hektare (ha), tambahan dermaga sepanjang 105 meter dari eksisting 495 meter sehingga totalnya nanti menjadi 600 meter, dengan demikian dapat menampung sandar 3 unit kapal peti kemas. Selanjutnya penambahan 4 unit STS Crane di Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB) Pelabuhan Banjarmasin maka total peralatan bongkar muat yang tersedia diPelabuhan Banjarmasin menjadi 8 (delapan) unit Crane. Selanjutnya 2 unit used Crane eks Pelabuhan Banjarmasin akan direlokasi di Pelabuhan Bagendang Sampit Kalimantan Tengah.

Peningkatan arus barang jenis peti kemas dari tahun ke tahun juga dipicu oleh kian diminatinya sarana pengiriman barang dengan peti kemas oleh kalangan pelaku usaha khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI),” kata Edi. Ia mengatakan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah jalur/rute pelayaran petikemas domestik, disamping terjadi pertumbuhan arus barang menggunakan peti kemas pada beberapa pelabuhan meskipun masih single digit.

Source 2 Crane baru Pelindo III percepat proses bongkar muat

Leave A Reply

Your email address will not be published.